Minggu, 26 April 2026 WIB

Dituduh Bom Sebuah Teater Tempat 1.200 Warga Ukraina Berlindung, Rusia Tegaskan Tak Ada

Redaksi - Kamis, 17 Maret 2022 09:35 WIB
Dituduh Bom Sebuah Teater Tempat 1.200 Warga Ukraina Berlindung, Rusia Tegaskan Tak Ada
Hand over
Rusia bantah serangan bom di teater yang menjadi tempat berlindung bagi 1.200 warga Ukraina
MATATELINGA. Mariupol - Konflik Rusia - Ukraina belum kunjung reda, Dituduh bom sebuah teater Rusia menegaskan tidak ada serangan semacam itu terhadap sasaran darat di kota itu, dan menuduh batalyon neo-Nazi "Azov" membunuh sanderanya di sana. Kementerian Pertahanan Rusia membantah pihaknya melakukan serangan bom di sebuah teater yang menjadi tempat berlindung bagi 1.000 hingga 1.200 warga sipil.


Menurut Konashenkov, “informasi terpercaya yang tersedia” menunjukkan bahwa militan Azov melakukan “provokasi berdarah baru dengan meledakkan gedung teater yang telah mereka ranjau.”

Unit paramiliter Ukraina yang menggunakan simbol Nazi Perang Dunia II telah menjadikan Mariupol sebagai basisnya, dan dilaporkan melarang warga sipil melarikan diri ke tempat yang aman ketika pasukan Rusia dan pejuang Republik Rakyat Donetsk mengepung kota itu. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (17/03/2022).

Baca Juga:Rusia Berikan Tindakan Balasan Jatuhkan Sanksi Terhadap Presiden Joe Biden

Mayor Jenderal Igor Konashenkov mengatakan dalam sebuah pernyataan, pihaknya menanggapi klaim Ukraina bahwa serangan udara menghancurkan sebuah teater di Mariupol dan membunuh warga sipil yang berlindung di sana. Dia menjelaskan militer Rusia mengetahui laporan bahwa gerilyawan “Azov” telah menahan warga sipil di dalam teater sebagai tameng manusia, dan tidak menganggap gedung itu sebagai target serangan udara karena alasan itu.

“Sebelumnya, diketahui dari para pengungsi yang keluar dari Mariupol bahwa Nazi dari Batalyon Azov dapat menyandera warga sipil di gedung teater, menggunakan lantai atas sebagai titik tembak,” kata Konashenkov.


“Mempertimbangkan potensi bahaya bagi warga sipil, dan provokasi yang telah dilakukan oleh kaum nasionalis pada 9 Maret dengan rumah sakit No. 3 di Mariupol, gedung teater di pusat kota tidak pernah dianggap sebagai target penghancuran,” tambahnya.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru