MATATELINGA. Moskow - Konflik yang kian kunjung juga belum mereda, dari landasan peluncuran di Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, Jum'at (04/03/2022). Pemerintah Rusia menunda peluncuran roket Soyuz dan 36 satelit internet OneWeb.
Kerja sama antariksa selama beberapa dekade antara Rusia dan Barat menjadi sangat kacau dalam delapan hari sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai. Tidak jelas apa yang akan terjadi di masa depan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Baca Juga:Sepekan Invasi Ukraina Namun Rusia Masih Gagal Rebut Ibu Kota Kyiv, Berikut Rangkumannya
Padahal OneWeb sedang membangun konstelasi broadband yang awalnya akan terdiri dari 648 satelit. Lebih dari 420 dari mereka telah mencapai orbit hingga saat ini, semuanya menggunakan roket Soyuz buatan Rusia yang dioperasikan oleh perusahaan Arianespace yang berbasis di Prancis. Misi OneWeb telah diluncurkan dari Baikonur, Vostochny Cosmodrome di Timur Jauh Rusia dan Spaceport Eropa di Kourou, Guyana Prancis. Roscosmos telah menghentikan kerja sama di Kourou, mengakhiri peluncuran Soyuz dari situs untuk sementara waktu dan menarik kembali karyawannya ke Rusia.
Roscosmos juga mengumumkan menghentikan menjual mesin roket buatan Rusia ke perusahaan-perusahaan Amerika Serikat. Rusia juga menghentikan kerja sama dengan Jerman dalam bidang sains dan pertahanan di luar angkasa.
Penundaan peluncuran roket tersebut imbas dari sanksi Eropa kepada negara beruang merah setelah melakukan invansi ke Ukraina.
Roket Soyuz dan 36 satelit OneWeb yang seharusnya diluncurkan, tampaknya kembali dimasukkan ke dalam fasilitas perakitan dan pengujian di Baikonur. Roket Soyuz diangkut menggunakan kendaraan pengangkut yang biasa digunakan oleh pasukan militer Rusia di Ukraina.
Diketahui bahwa Baikonur Cosmodrome di Kazakhstan, dikelola bersama oleh Angkatan Dirgantara Rusia dan badan antariksa federal Rusia, Roscosmos. Roket Soyuz awalnya dijadwalkan lepas landas pada hari Jum'at (04/03/2022), tetapi misinya terganggu akibat adanya ketegangan antara Rusia dan Inggris.
[br]
Sebelum peluncuran Roscosmos pemerintah Inggris menjamin satelit OneWeb tidak akan digunakan untuk tujuan militer.
Roscosmos juga meminta pemerintah Inggris melepaskan kepemilikan saham dari perusahaan OneWeb yang berbasis di London. Tuntutan Roscosmos itu sebagai sikap atas sanksi yag dijatuhkan kepada Rusia atas invasi ke Ukraina. Namun, pemerintah Inggris tidak memenuhi tuntutan Roscosmos. Seperti dikutip dari Okezone, Minggu (06/03/2022).
Lalu pada Rabu 2 Maret 2022, OneWeb memerintahkan karyawannya untuk meninggalkan Baikonur dan mengumumkan menangguhkan peluncuran satelitnya dari situs tersebut.