Minggu, 12 Juli 2026 WIB

Inflasi April 2020 Rendah Karena PSBB

- Rabu, 06 Mei 2020 18:15 WIB
Inflasi April 2020 Rendah Karena PSBB
Hand Over
Gubernur BI
MATATELINGA, Jakarta : Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan realisasi tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2020 yang tercatat sebesar 0,08 persen (mtm) dan 2,67 persen (yoy) lebih rendah dari perkiraan bank sentral sebelumnya. Berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) hingga pekan keempat April 2020, BI meramal inflasi April sebesar 0,18 persen (mtm) dan 2,78 persen (yoy).

"Ini indikator bahwa inflasinya lebih rendah dari yang kami perkirakan. Karena penanganan covid-19, social distancing, physical distancing, work from home, dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) itu kan memengaruhi kegiatan aktivitas mobilitas manusia, memengaruhi juga permintaan barang dan jasa," ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.




Perry mengungkapkan upaya pemerintah menekan penyebaran covid-19 dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan menjadi faktor utama dalam pergerakan permintaan masyarakat. Bila permintaan barang dan jasa rendah, maka tekanan inflasinya juga akan menjadi lebih rendah.

Hal itu pula yang mendasari Bank Indonesia optimistis tingkat inflasi selama Ramadan akan lebih rendah dari rata-rata historisnya. Secara rata-rata, tingkat inflasi selama bulan Puasa di tahun-tahun sebelumnya berkisar antara 0,6 persen hingga 0,9 persen.

"(Tingkat inflasi Ramadan) ini nanti akan jauh lebih rendah karena faktor PSBB, pembatasan mobilitas manusia. Itu berpengaruh terhadap rendahnya permintaan masyarakat akan barang dan jasa, dan karenanya akan juga memengaruhi inflasi," tuturnya.




Dengan kondisi itu, Perry yakin tingkat inflasi hingga akhir tahun ini berada dalam kisaran sasaran bank sentral. "Itu juga yang mendasari kenapa kami perkirakan inflasi tahun ini akan rendah dan terkendali di dalam sasaran tiga persen plus minus satu persen," ucap dia.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan pergerakan inflasi April 2020 dipengaruhi oleh inflasi inti yang melambat, serta kelompok volatile food dan administered prices yang kembali mencatat deflasi. Inflasi inti April 2020 tercatat melambat dari 0,29 persen (mtm) pada bulan sebelumnya menjadi 0,17 persen.

Menurut kelompok barang, perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas bawang bombai di tengah komoditas gula pasir dan emas perhiasan yang mencatat kenaikan harga. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,85 persen (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan inflasi Maret 2020 sebesar 2,87 persen (yoy).




Adapun kelompok volatile food kembali mencatat deflasi sebesar 0,09 persen (mtm), setelah pada Maret 2020 mengalami deflasi sebesar 0,38 persen (mtm). Perkembangan ini dipengaruhi koreksi harga yang cukup dalam di beberapa komoditas seperti cabai merah, daging, dan telur ayam ras, serta bawang putih akibat melambatnya permintaan seiring pandemi covid-19 serta memadainya pasokan.

Sementara itu, inflasi komoditas bawang merah cukup tinggi didorong oleh pasokan panen bawang merah yang belum meningkat. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food pada bulan ini tercatat 5,04 persen (yoy) atau lebih rendah ketimbang inflasi bulan sebelumnya sebesar 6,48 persen (yoy).

Kelompok administered prices juga kembali mencatat deflasi sebesar 0,14 persen (mtm), lebih rendah dari deflasi bulan sebelumnya sebesar 0,19 persen (mtm). Deflasi ini terutama disumbang oleh koreksi tarif angkutan udara seiring penurunan permintaan.
Editor
:
Sumber
: Mtc/Okz
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru