Kurs dolar Amerika Serikat Menguat Pada Akhir Perdagangan
Berbagai tindakan bank sentral selama seminggu terakhir sejauh ini tidak dapat membendung kekuatan dolar, atau mengimbangi kelemahan saham.
Berbagai tindakan bank sentral selama seminggu terakhir sejauh ini tidak dapat membendung kekuatan dolar, atau mengimbangi kelemahan saham.
Rupiah mengawali pekan ini dengan lesu. Merujuk Bloomberg, Senin (23/3) rupiah di pasar spot ditutup turun ke level Rp 16.575 per dolar Amerika Serikat (AS). Artinya rupiah terkoreksi 3,85% dibandingkan penutupan Jumat (20/3) yang berada di level Rp 15.96
Terkait Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan mendukung salah satu prioritas pemerintah dalam penanganan Covid-19, yaitu penyelamatan dunia usaha. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah penangguhan penagihan kredit bermasalah hingga s
Terkait Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 sedang di situasi yang darurat. Menteri Keuangan Sri Mulyani akan berkonsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini imbas penyebaran virus corona (Covid-19) mencapai 2,5% bahkan 0%.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya antara lain jeruk dan bawang merah. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah.
Pada tahun ini, skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan imbasnya penyebaran virus corona (Covid-19) mencapai 2,5% bahkan 0%.
Ketika enam bank sentral utama mengumumkan tindakan terkoordinasi untuk meningkatkan likuiditas dalam mata uang Dolar melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tersebut. Tetapi, melambung dari posisi terendah dalam perdagangan sore karena sa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta oleh Presiden Joko Widodo, memberikan stimulus ekonomi dalam dunia perbankan. Apalagi, di tengah wabah virus Corona atau Covid-19 ini.
Rupiah ditutup melemah 690 poin atau 4,53 persen menjadi Rp15.913 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.223 per dolar AS.