Kamis, 24 September 2026 WIB

Ada Mata Rantai yang Tak Bisa Putus di Tambang Emas Martabe

- Minggu, 14 Mei 2017 10:24 WIB
Ada Mata Rantai yang Tak Bisa Putus di Tambang Emas Martabe
Foto : Internet
Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan
Oleh : James P. Pardede

KEBERADAAN Tambang Emas Martabe di Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan memberi dampak positif bagai warga di sekitarnya. Keberadaan tambang ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya petani di kawasan pertambangan. Beberapa waktu lalu PT Agincourt Resources, selaku pengelola Tambang Emas Martabe menggelar acara Gelar Karya Tani Mandiri.

Dalam kegiatan ini, PT Agincourt Resources menginisiasi pembentukan 5 koperasi yang berada di desa sekitar tambang. President Direktur PT Agincourt Resources, Tim Duffy menyatakan, kegiatan Gelar Karya Tani Mandiri ini merupakan wujud komitmen Tambang Emas Martabe kepada para petani di Batangtoru di mana tujuannya antara lain untuk meningkatkan pendapatan dan mata pencaharian yang berkelanjutan.

Kehadiran Tambang Emas Martabe di bumi Tapanuli Selatan memunculkan sebuah mata rantai yang tak bisa diputus dan memang tak bisa diputus begitu saja. Jika mengamati proses produksi dan prinsip ekonomi yang ada di kawasan ini, perusahaan tambang menjadi industri besar yang memberi kontribusi bagi pendapatan asli daerah.

Sementara masyarakat dengan usaha kecilnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari siklus perekonomian ini. Pertukaran uang di kawasan ini setiap hari sangat mempengaruhi roda perekonomian masyarakat sekitarnya.
Agincourt Resources yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) beragam adalah salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap keberlangsungan perekonomian dan menciptakan kesejateraan masyarakat. Acara Gelar Karya Tani Mandiri yang melibatkan pemerintah setempat diharapkan mampu membangkitkan potensi yang ada di beberapa desa di kawasan pertambangan.



Menurut Suhadi (50), salah seorang perwakilan dari lima koperasi yang dibentuk, Gelar Karya Tani Mandiri ini merupakan hajatan yang paling besar yang pernah diadakan para petani di Batangtoru dalam beberapa puluh tahun terakhir.

"Dengan ditandatanganinya MoU ke lima koperasi ini ada harapan ke depan bisa menciptakan sinergi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para petani. Langkah ini juga bisa mengubah paradigma petani untuk berpikir menjadi pengusaha jagung, pengusaha pupuk organik sehingga bisa menambah sumber pendapatan," kata Suhadi.

Perhatian PT Agincourt Resources terhadap para petani di wilayah Batangtoru tidak hanya melalui program ini saja. Sebelumnya Departemen Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe berhasil mendampingi Kelompok Tani "Mulia Bakti" Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru untuk menjual jagung pipil total sebanyak 40 ton ke PT Charoen Pokphand, salah satu pabrik pakan ternak terbesar di Medan. Pengiriman perdana telah dilakukan pada akhir 2016 lalu.

Jagung pipil yang dipasarkan hingga ke Medan ini merupakan hasil panen jagung tahap pertama di atas lahan 15 hektar di Lubuk Tano, Dusun Aek Sirara, Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, yang dikelola oleh 33 orang anggota kelompok tani. Bantuan yang diberikan oleh Tambang Emas Martabe antara lain paket sarana produksi pertanian, benih, pupuk kompos, persiapan lahan, pengembangan kapasitas melalui sekolah lapang baik dari PPL maupun Tambang Emas Martabe, penanganan pasca panen dan perbaikan jalur distribusi pemasaran.

BENTUK KEPEDULIAN

Program pengembangan masyarakat ini sejalan dengan program Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP). Jenis ikan yang ditebar berdampingan dengan penanaman padi organik antara lain, ikan jurung, ikan mas, ikan nila, dan belut. Ikan-ikan ini ditebar sebagai penambah nutrisi bagi tanah dan padi yang ditanam serta sebagai penambah nutrisi seluruh petani anggota poktan Aek Pahu. Kawasan persawahan Aek Pahu kini telah menjadi Organic Farming Eco Park yang edukatif dan rekreatif.  

Kepedulian Tambang Emas Martabe dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat yang tinggal di sekitar tambang secara berkesinambungan menjadi mata rantai yang tak bisa diputus begitu saja. Beberapa waktu lalu, Tambang Emas Martabe juga sudah membuat proyek CSR yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam banyak hal yaitu pembangunan Jembatan Gantung Pulogodang sepanjang 174 meter, Masjid Raya Al Jihad seluas 900 meter persegi, dan Pipa Distribusi Air Bersih sepanjang 10 kilometer.

Tanggung jawab sosial perusahaan Tambang Emas Martabe sesungguhnya jiga dimanfaatkan masyarakat dengan maksimal akan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat sekitar tambang. Persoalannya adalah apakah masyarakat benar-benar memanfaatkan segala bentuk bantuan CSR yang diberikan oleh Tambang Emas Martabe.

"Semua ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dinamika masyarakat.  Tambang Emas Martabe merasa bahagia bisa menjadi bagian dari tonggak sejarah ini. Proyek tanggung jawab sosial perusahaan ini kiranya memberi nilai tambah di wilayah dimana kami bekerja, mengembangkan bisnis jangka panjang yang berkelanjutan dan menghasilkan hal-hal positif bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Tim Duffy.


Semua program ini, lanjut Duffy bermanfaat bagi banyak orang dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan Provinsi Sumatera Utara. Ke depan, kehidupan masyarakat lingkar Tambang Emas Martabe akan lebih baik lagi seiring dengan kemajuan yang dicapai Tambang Emas Martabe.

Pembentukan 5 koperasi di lima desa diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Prof Dr H Werry Darta Taifur MA dari Universitas Andalas Padang mengemukakan, adanya perhatian pemerinta dan perusahaan swasta dalam membangkitkan potensi masyarakat diharapkan dapat menjadikan ekonomi kerakyatan tuan rumah di negeri sendiri.

Aktivitas pertambangan di Tambang Emas Martabe tak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat di kawasan pertambangan, sama halnya dengan masyarakat sekitar. Usaha kecil dan aktivitas masyarakat yang ada disekitar pertambangan juga sangat tergantung dengan keberadaan perusahaan. Dimana beberapa karyawan dan buruh yang bekerja di perusahaan ini akan membeli kebutuhan sehari-harinya di sektor usaha kecil masyarakat.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru