Kamis, 01 Oktober 2026 WIB
Ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia Tumbuh Pesat 5,18%

Admin - Minggu, 14 Agustus 2016 12:07 WIB
Ekonomi Indonesia Tumbuh Pesat 5,18%
google
Ilustrasi
Matatelinga.com, Ekonomi Indonesia berhasil tumbuh sebesar 5,18 persen pada kuartal II-2016. Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I-2016 sebesar 4,92 persen. Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, tingginya pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh Sumatera dan Jawa. 

Selain itu, hal ini disebabkan karena tingginya belanja pemerintah. Hanya saja, ekonomi Indonesia Timur masih menunjukkan perlambatan. "Per pulau ada pemilihan ekonomi, di Sumatera yang tadinya kepala 3 kini tumbuh 4 sekian persen. 

Ini karena ada pemulihan harga CPO, batu bara, dan karet. Selama ini ekonomi Indonesia tergantung komoditas di Sumatera dan Kalimantan. Sumatera 22 persen, Kalimatan 9 persen (dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia)," kata Mirza di Batam. Mirza pun berharap pertumbuhan kredit dapat mencapai 10 persen sepanjang semester II-2016. Tingginya pertumbuhan kredit ini juga diharapkan dapat berdampak jangka pendek bagi pertumbuhan ekonomi. Seperti dilansir dari laman okezone.com

Dengan begitu, maka pertumbuhan ekonomi yang masih belum mencapai target 5,3 persen pada semester I-2016 dapat ditutupi oleh tingginya pertumbuhan ekonomi pada semester II-2016. "Pertumbuhan kredit semester II-2016 harus lebih baik. 

Realisasi yoy kan baru sekitar 6 7 persen. Year to Date di bawah 3 persen. Mudah-mudahan bisa sampai 8 sampai 10 persen, itu baik. Jadi harapannya lebih baik agar bisa menutupi semester I yang melambat," jelasnya. Hanya saja, BI dan pemerintah perlu berhati-hati dalam menetapkan kebijakan terkait sektor kredit. 

Hal ini dilakukan agar Indonesia tidak seperti Jepang yang pada akhirnya menetapkan kebijakan suku bunga negatif karena ekonomi yang tak kunjung tumbuh. Nyatanya, kebijakan ini tak kunjung berbuah hasil bagi pertumbuhan ekonomi Jepang. "Ekonomi tidak sama seperti matematika. Pelaku ekonomi itu masyarakat. Jadi masyarakat enggak bisa dianggap sebagai komputer, besok naik langsung naik, terus turun langsung turun," kata Mirza. 

"Pemerintah Jepang turun kan suku bunga negatif, ekonominya enggak naik-naik. Harapannya ekonomi semester II-2016 lebih baik. Pemerintah juga telah melakukan deregulasi sehingga bisa meningkatkan dunia usaha dan meningkatkan kredit," tutupnya.



(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru