Matatelinga.com, Harga minyak melonjak lebih dari 4 persen, karena investor menemukan alasan yakni prospek penurunan produksi yang dapat mengurangi banjir pasokan terbesar dalam beberapa dekade.
Minyak mentah melonjak setelah OPEC menyerukan pada produsen saingan untuk memotong pasokan bersama. Selain itu, produsen minyak global yang berbasis di AS Hess Corp (HES.N) mengatakan akan memangkas belanja modal sebesar 40 persen tahun ini.
Analis energi berjangka di Citi Futures, Tim Evans, menulis dalam sebuah catatan bahwa masih belum jelas apakah Arab Saudi dan sekutunya di OPEC siap untuk kembali ke meja perundingan dan bernegosiasi soal pemotongan produksi minyak mentah.
"Tanpa Arab Saudi, tidak akan ada kesepakatan dan pasar hanya berharap untuk menyeimbangkan secara alami seiring dengan penurunan produksi minyak di negara non-OPEC dengan proses yang lambat," jelas dia seperti dilansir dari Reuters dan dikutip dari laman okezone.com, Rabu (27/1/2016).
Bahkan dengan dekat penurunan 20 persen minyak ke posisi terendah 12-tahun, produsen OPEC besar belum mengurangi produksi. Bahkan, Irak, berencana untuk meningkatkan pasokan.
Minyak mentah Brent LCOc1 ditutup naik USD1,30 atau 4,26 persen ke USD31,80 per barel, sementara minyak mentah AS, CLc1, naik USD1,11 atau 3,7 persen dan menetap di USD31,45 per barel.
(Fit)