Minggu, 12 Juli 2026 WIB
Minyak dunia

Mungkinkah Minyak Dunia Akan Terus Turun ??

Admin - Rabu, 21 Januari 2015 11:31 WIB
Mungkinkah Minyak Dunia Akan Terus Turun ??
google
Minyak Dunia Anjlok
JAKARTA - Matatelinga, Harga minyak dunia terjun bebas dari USD100 per barel pada Juni hingga kurang dari setengahnya saat ini. Seiring dengan penurunan harga tersebut, pasar minyak mentah dunia beranjak volatil. Para investor pun berpeluang mencetak laba besar.

Namun, sejumlah pedagang mengaku bahwa harga merosot terlampau cepat dan berpotensi memantik rebound tajam.

“Ini gila,” ujar Anuraag Shah dari perusahaan hedge fund Tusker Capital. “Mungkin ini bukan [level] terendah, tapi [harga] takkan mencapai USD20 atau USD30 pada satu atau dua bulan mendatang.” Tusker telah menarik semua investasinya di bursa minyak, sesudah menyabet imbal 17 persen pada 2014 dan 10 persen bulan ini.

Di lain pihak, analis semacam J.P. Morgan & Co dan Goldman Sachs Group masing-masing meramalkan bahwa harga minyak akan mencapai USD46 dan USD47,15 per barel tahun ini.

Bagi para investor, situasi ini berujung dilema. Rontoknya harga minyak selama ini telah menjadi kail laba yang konsisten. Namun, masalahnya, pasar minyak kian volatil.

Realisasi bahwa dunia memiliki lebih banyak minyak dari yang dibutuhkan membuat para analis dan pedagang kesulitan mencari tahu berapa batas bawah harga yang harus dicapai agar pasar kembali seimbang. Para analis memperkirakan bahwa pasar global mengalami pasokan minyak berlebih sekitar 1 juta-2,5 juta barel per hari. Organisasi negara-negara pengekspor minyak, OPEC, pada November memutuskan untuk menjaga kuota produksi ketimbang memangkasnya demi menopang pasar.

Kebanyakan manajer investasi masih mengamati situasi yang berkembang. Mereka mencari petunjuk yang dapat membalikkan situasi pasar. Isu-isu yang dimaksud dapat berupa ramalan pertumbuhan ekonomi bagi konsumen minyak utama dunia seperti Cina, hingga harga bensin di tingkat ritel, serta penjualan kendaraan di AS.

Seorang manajer hedge fund pekan lalu berkomentar harga minyak memiliki peluang kecil untuk pulih dengan cepat, bahkan jika produksi dipangkas. Jika Arab Saudi atau produsen minyak lain menurunkan produksi, langkah itu akan “mengorbankan dirinya sendiri” karena produsen lain akan memanfaatkan harga yang naik sebagai peluang untuk memproduksi lebih, ujar Michael Hintze, pendiri CQS LLP. Kemungkinan, harga “baru” minyak ini akan bertahan dalam satu dasawarsa mendatang, tambahnya. “Saya yakin kita harus terbiasa dengan harga rendah untuk jangka waktu lebih lama dari yang dibayangkan.”

Ada beberapa investor yang memanfaatkan gejolak harga minyak belakangan. Para pengamat pasar meramalkan harga akan naik pada akhir tahun, dengan tingkat kenaikan lebih besar pada 2016 dan 2017.

Demikian dilansir dari Wall Street Journal dan Okezone.com, Rabu (21/1/2015)

(Fit)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru