Matatelinga - Jakarta,
Terkait dengan terjadinya ledakan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap
(PLTU) Kanci, Cirebon, Jawa Barat, pada Jumat 26 September sekira
pukul 13.00 WIB, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral cq.
Direktorat Jenderal Ketengalistrikan, pagi ini memberangkatkan Tim
Inspeksi ketegalistrikan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan
kejadian ledakan tersebut.
Seperti dilansir dari situs
Kementerian ESDM, Sabtu (27/9/2014), tim inspeksi yang diberangkatkan
sebanyak tiga orang inspektur ketengalistrikan. Tim akan langsung menuju
lokasi PLTU untuk melakukan inspeksi menyeluruh terkait dengan ledakan
melakukan pertemuan dengan operator PLTU tersebut.
PLTU Cirebon
berkapasitas 1 x 660 MW di atas lahan seluas 150 ha, terletak 10 km
sebelah timur Kota Cirebon, Jawa Barat. PLTU dengan investasi mencapai
USD 877 juta tersebut diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Energi
dan Sumber daya Mineral, Jero Wacik 18 Oktober 2012.
PLTU Cirebon ini dibangun dengan skema Independent Power Producer
(IPP) oleh konsorsium Indika Energy Tbk, Marubeni Corporation, Korea
Midland Power Company, dan Santan Co. Ltd. Dari sisi teknologi, proyek
ini merupakan pioner dalam penggunaan supercritical boiler technology
yang mampu mengolah batubara dengan kalori rendah yang banyak tersebar
di Indonesia secara efisien.
Emisi buang yang dihasilkan PLTU Cirebon juga jauh di bawah ambang
batas. Dengan teknologi sistem pendingin cooling tower, sistem sirkulasi
airnya juga lebih ramah lingkungan.
(Mt/Okz)