Kamis, 16 Juli 2026 WIB

Hari Ini Kilau Emas Meredup Jadi USD2.007/Ounce

Redaksi - Kamis, 20 April 2023 09:05 WIB
Hari Ini Kilau Emas Meredup Jadi USD2.007/Ounce
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali pada akhir perdagangan Rabu harga emas menurun. Hal ini berbalik dari kenaikan sehari sebelumnya, karena dolar AS menguat di tengah kekhawatiran Federal Reserve terus menaikkan suku bunganya untuk mengendalikan inflasi.


Ekspektasi pasar adalah bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan Mei, kemungkinan sebesar 25 basis poin, diikuti oleh peluang 19 persen dari langkah serupa pada Juni.

Beige Book yang dirilis oleh Federal Reserve pada Rabu (19/04/2023) menunjukkan ekonomi AS "sedikit berubah" pada akhir Maret dan awal April. Pinjaman dan permintaan pinjaman menurun untuk bisnis dan nasabah, pertumbuhan pekerjaan AS lebih lambat, dan tekanan harga tampaknya melambat, kata Beige Book.

Baca Juga:Dirjen Ketenagalistrikan Dan GM PLN UID Sumatera Utara Tinjau SPKLU PLN Binjai

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 10,80 sen atau 0,43% menjadi ditutup pada USD25,371 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat USD8,40 atau 0,77% menjadi USD1.105,70 per ounce.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange merosot USD12,40 atau 0,61% menjadi USD2.007,30 per ounce. Sebelumnya menyentuh level tertinggi sesi di USD2.020,30 dan terendah sesi di USD1.980,90.


Dolar AS menguat terangkat oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Dengan indeks dolar yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,206 persen membuat pasar menjadi lebih skeptis bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga akhir tahun ini.

[br]

Emas juga sempat merosot di bawah level psikologis USD2.000 dalam perdagangan harian menyusul komentar hawkish dari pejabat Fed tentang perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (20/04/2023).

Komentar hawkish dari pejabat Fed, ditambah dengan beberapa tanda ketahanan ekonomi AS memicu kebangkitan kembali kekhawatiran bahwa suku bunga AS bisa naik lebih dari yang diharapkan.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru