Kamis, 16 Juli 2026 WIB

Usai Risalah The Fed, Kilau Cahaya Emas Sedikit Meredup Jadi USD1.841/Ounce

Redaksi - Kamis, 23 Februari 2023 08:05 WIB
Usai Risalah The Fed, Kilau Cahaya Emas Sedikit Meredup Jadi USD1.841/Ounce
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap sekali mengalami perubahan hampir pada setiap harinya dan kali ini pada akhir perdagangan Rabu harga emas menurun. Penurunan hari ini pun memperpanjang kerugian dalam tiga sesi berturut-turut karena pasar berhati-hati menyikapi risalah pertemuan Federal Reserve.


Hampir semua pejabat The Fed juga mengamati bahwa memperlambat laju kenaikan suku bunga akan memungkinkan manajemen risiko yang tepat. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (23/02/2023).

Naiknya suku bunga menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dan logam mulia lainnya, mengingat hal itu memperkuat dolar dan imbal hasil obligasi pemeribtah dan meningkatkan peluang kerugian untuk memegang emas.

Baca Juga:Bocah Yatim Piatu Raih Doorprize Sepeda Motor Dalam Acara Pembukaan Porwil Ke-VIII Tahun 2023

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 21,30 sen atau 0,97% menjadi USD21,677 per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat USD4,70 atau 0,50% menjadi USD953,30 per ounce.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange turun tipis USD1 atau 0,05% menjadi USD1.841,50 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.855,00 dan terendah di USD1.837,00.


Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, risalah rapat FOMC pada 1 Februari dirilis. Risalah menunjukkan meskipun beberapa orang ingin menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin,

[br]

sebagian besar peserta setuju kenaikan suku bunga 25 basis poin diperlukan, dan lebih banyak kenaikan suku bunga dibutuhkan untuk mencapai target inflasi Federal Reserve sebesar 2,0%.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru