Minggu, 12 Juli 2026 WIB

Di Tengah Ekspektasi Bahwa Produksi AS Dapat Naik, Harga Minyak Dunia Turun

Redaksi - Selasa, 01 November 2022 09:20 WIB
Di Tengah Ekspektasi Bahwa Produksi AS Dapat Naik, Harga Minyak Dunia Turun
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Nilainya kerap mengalami perubahan hampir pada setiap harinya. Dan kali ini, pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi Wib) harga minyak dunia merosot. Harga minyak dunia turun di tengah ekspektasi bahwa produksi AS dapat naik.


Presiden AS Joe Biden akan meminta perusahaan minyak dan gas untuk menginvestasikan sebagian dari rekor keuntungan mereka dalam menurunkan biaya bagi keluarga Amerika, kata seorang pejabat Gedung Putih.

Biden akan meminta Kongres untuk mempertimbangkan mewajibkan perusahaan-perusahaan minyak membayar denda pajak dan menghadapi pembatasan lain, kata pejabat itu. Presiden sebelumnya telah mendorong perusahaan-perusahaan minyak untuk meningkatkan produksi daripada menggunakan keuntungan untuk pembelian kembali saham dan dividen.

Baca Juga:Farianda : UKW, Sarana Cetak Wartawan Profesional Menjalankan Tugas

Pemerintah juga mengandalkan pelepasan pasokan dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) untuk meredakan krisis pasokan. Sekitar 1,9 juta barel dilepaskan dari SPR pekan lalu sebagai bagian dari rencana pemerintah melepas 180 juta barel.

OPEC pada hari Senin (31/10/2022) menaikkan perkiraan untuk permintaan minyak jangka menengah dan panjang serta mengatakan investasi 12,1 triliun dolar AS untuk memenuhi permintaan ini meskipun ada transisi energi.


Patokan global minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember kehilangan 94 sen atau 0,98% menjadi USD94,83 per barel di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun USD1,37 atau hampir 1,6% menjadi USD86,53 per barel di New York Mercantile Exchange, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (01/11/2022).

[br]

Meskipun turun pada hari Senin (31/10), harga minyak mencetak kenaikan pada bulan ini, sebagian didorong oleh keputusan pengurangan produksi utama yang diumumkan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+.

Kedua harga acuan minyak mencatat kenaikan bulanan pertama mereka sejak Mei. Pada bulan Oktober, menurut Dow Jones Market Data, WTI menguat 8,9%, sementara Brent terangkat 7,8%.

Produksi minyak di Amerika Serikat naik menjadi hampir 12 juta barel per hari pada bulan Agustus, tertinggi sejak awal pandemi COVID-19, data bulanan pemerintah menunjukkan.
Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru