Berita Sumut

Oknum Provos Polrestabes Medan Diduga Rintangi Tugas Wartawan

Faeza
Mtc/ist
Oknum Provos Polrestabes Medan Diduga Rintangi Tugas Wartawan
MATATELINGA, Medan-Masih ingat kasus pengusiran dua orang wartawan bernama Muhammad Ilham Pradila dari media Suara Pakar dan seorang rekanya Rechtin Hani Ritonga dari Tribun Medan yang mendapat dugaan perintangan saat melakukan tugas jurnalistik, kedua rekan media tersebut berniat melakukan wawancara cegat ( doorstop ) dengan Walikota Medan, Boby Nasution terkait masalah pegawai tata usaha di salah satu sekolah negeri yang belum mendapatkan tunjangan penghasilan.


Saat itu keduanya mengaku diusir oleh oknum Paspampres dan Satpol PP, buntut kejadian itu Jurnalis kota Medan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Medan ( FJM ) melakukan aksi solidaritas, berunjuk rasa damai di depan kantor Walikota Medan dengan membentangkan poster dan spanduk.


Belum selesai kejadian itu, peristiwa perintangan itu kembali terjadi di Polrestabes Medan. Selasa (4/5/2021) sekira pukul 11.30 WIB.



Seorang awak media dari matatelinga.com yang sedang melakukan tugas jurnalistik di Polrestabes Medan, mendapatkan perintangan dari oknum Provos Polrestabes Medan berpangkat Aiptu, berininsial RW.


"Saat itu saya lagi mengumpulkan data jurnalistik untuk bahan pemberitaan terkait pemanggilan Deasy Natalia Sinulingga bersama ibunya Novieritani Br Lumban Tobing oleh kasi Provos, AKP Ahmad Haidar Harahap. Karena situasi masih Pendemi dan tetap mematuhi protokol kesehatan pemeriksaan dilakukan secara satu persatu. Dan saat itu yang diperiksa adalah si Deasy, sementara ibunya Novieritani dan 3 orang dari Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Provinsi Sumatera Utara, dibawah pimpinan Hj. Rosmidar dan Amri Harahap terpaksa harus menunggu diruang tunggu terbuka disamping Satresnarkoba. Nah saat itu saya mengambil fhoto dan pengumpulan data dengan cara proses tanya jawab terkait peristiwa yang dialami nara sumber di Polsek Percut Sei tuan, "sebut awak media.


Lanjutnya lagi, saat itu oknum Provos berpangkat Aiptu, berinisial RW mencoba menghalangi tugas Wartawan yang telah dilindungi oleh Undang-undang pers nomor 40 tahun 1999, dengan melarang awak media mengambil gambar.


"Alasannya masih proses penyidikan, kan saya mengambil fhoto tidak di ruang penyidik dan tidak sedang dilakukan proses penyidikan oleh penyidik. Saya ambil gambar di ruang tunggu. Sempat terjadi perdebatan anatara kami, karena aku bilang, aku di sini masih proses pengumpulan data namun dia ( RW ) malah menyuruh saya mengkonfirmasi Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol Zonni Aroma. Lalu aku jawab, "bang aku masih mengumpulkan data bukan mau konfirmasi, pengumpulan data merupakan proses dalam pembuatan berita, setelah data lengkap baru dilakukan konfirmasi,"sebut awak media.



Tak mau ada keributan akhirnya awak media memilih untuk meninggalkan Polrestabes Medan dan memutuskan untuk mengkonfirmasi Kasi Propam Polrestabes Medan.


"Tak mengerti mungkin dia ( RW) sama tugas-tugas Jurnalistik, biar saya beritahukan sama dia nanti, "pungkas Kompol Zonni Aroma melalui sambungan telepon. (mtc/Suriyanto)

Penulis
: suriyanto
Editor
: Faeza
Tag:MedanPolrestabes Medan

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.