Kamis, 16 Juli 2026 WIB

30 Anak TK Kenalan dengan Dokter Gigi The Clinic Beautyloshopy

- Jumat, 14 Februari 2020 06:15 WIB
30 Anak TK Kenalan dengan Dokter Gigi The Clinic Beautyloshopy
Mtc/Ist
seorang anak TK Jabal Rahmah Mulia saat menjalani pemeriksaan gigi di The Clinic Beautyloshopy Jalan Sekip Medan, Kamis (13/2/2020).
MATATELINGA, Asahan:  Sekelompok murid  TK Jabal Rahmah Mulia Medan tampak dengan penasaran memperhatikan pekerjaan dokter gigi di klinik miliknya Dokter Spesialis Bedah Plastik, Arya Tjipta ini. 

Tak hanya memperhatikan, satu demi satu dari 32 anak juga mendapatkan pemeriksaan. Namun, 2 diantaranya kabur karena takut dengan dokternya. 


The Clinic Beautyloshopy Jalan Sekip Medan kedatangan tamu cilik, Kamis (13/2/2020).

Terkait kunjungan murid playgrup ini, Kepala Sekolah TK Jabal Rahmah Mulia, Astarie Anastasia didampingi gurunya  Desiy Mayasari  mengatakan murid yang mereka bawa adalah murid playgrup usia 3 - 4 tahun. Kegiatan ini, ucap Astarie, merupakan salah satu agenda rutin TK untuk memperkenalkan muridnya pada profesi - profesi yang dijalani masyarakat.  

"Salah satu tujuannya ke dokter gigi, ada yang ke pemadam kebakaran, polisi dan tentara juga. Karena  anak anak kalau ditanya cita-citanya mau jadi apa, ada yang bilang mau jadi dokter  polisi juga tentara. Jadi ini dilakukan supaya mereka lebih kenal, lebih terbiasa dengan profesi profesi tersebut," beber dia.


Dengan datang ke sini, sambungnya, para murid jadi mengetahui sebenarnya profesi dokter gigi itu seperti apa. Mulai dari mencabut gigi, menambal juga untuk estetika. "Kita kenalkan juga sekaligus mendekatkan anak dengan dokter gigi. Karena kendala selama ini, anak-anak takut ke dokter gigi. Padahal tidak tahu pekerjaan dokter gigi sebenarnya," urai Astarie.

[br]

Selain itu, sejak dini anak juga diajarkan bagaimana cara menyikat gigi yang baik. Lantaran hingga kini, masih ada muridnya yang belum tahu cara menyikat gigi yang benar. Bahkan masih ada murid yang masih ngedot sambil tiduran di kelasnya.  "Kita harap, jika dari kecil sudah mengenal dokter gigi, maka kedepannya dia bisa mengetahui bahwa sebenarnya dokter gigi itu tidak menakutkan," katanya.

Kata Astrie, di TK Jabal Rahmah Mulia, ada sekitar 173 murid yang bersekolah sekarang ini, mulai dari tingkat Playgrup, TK A sampai TK B. 

Sementara, drg Suwita didampingi drg Andri Prayuga dan drg Aflah Triana menuturkan sebenarnya ketika sudah tumbuh gigi, anak sudah bisa diperkenalkan dengan  dokter gigi. Dan usia 3 tahun sudah bisa dibawa ke dokter gigi untuk pemeriksaan. 

Kemudian pada usia 5 tahun, biasanya sudah tumbuh gigi permanen. Jadi bisa dilakukan pencegahan terjadinya lubang gigi. "Idealnya baik anak anak atau orang dewasa wajib ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali. Tapi sebaiknya sejak dini diperkenalkan pada dokter gigi," tambah drg Andri.

[br]

Agar anak anak tidak takut ke dokter gigi, sambung drg Aflah, strategi yang dilakukan dokter adalah dengan membuat anak nyaman. Dokter menyapa anak tidak dengan formal dan diajak bermain. "Hingga kini, cukup banyak anak-anak yang takut ketemu dokter gigi. Bahkan hingga nangis. Digigit jari pun kami sudah sering," urai dia.

Untuk menghilangkan stigma dokter gigi menakutkan, imbuh dia, diharapkan kepada harap pada orangtua, saat anak-anak  nangis tidak mau dengan dokter gigi, jangan dipukul atau dibentak bahkan dicubit. Sehingga anak-anak tidak trauma. (mtc/amel)


Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru