Selasa, 22 September 2026 WIB

BPS Sumut Gencarkan Sosialisasi Sensus Online

- Jumat, 31 Januari 2020 10:08 WIB
BPS Sumut Gencarkan Sosialisasi Sensus Online
Mtc/Ist
MATATELINGA, Medan: Badan Pusat Statistik (BPS) kian sibuk mempersiapkan sosialisasi dan jaringan agar warga bisa mengakses data dengan baik saat Sensus Penduduk Online, 15 Februari 2020 nanti.





"Sensus online dilakukan Februari - Maret 2020. Untuk sensus ini, persiapan logistik nyaris tidak ada. Kita hanya melakukan sosialisasi ke masyarakat. Bahan sosialisasi pun sudah tersebar ke seluruh kabupaten/kota di Sumut," ucap Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumut, Hanief Kamis (30/1/2020).

Sekarang, sambungnya, tinggal melakukan gerakan untuk mempercepat sosialisasi ke setiap Bupati/Walikota agar turut membantu dengan membuat dukungan. "Video - video termasuk testimoni juga sudah beredar. Nantinya, tanggal 15 Februari 2020, siapa pun bisa mengakses website sensus.bps.go.id untuk mengikuti sensus online," tutur dia.

Setelah membuka website dan masuk ke dalam aplikasi, sambung Hanief, warga akan diminta mengisi nomor Kartu Keluarga (KK). Setelah itu terhubung ke database, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan langsung tampil data keluarga. 




"Setelah itu, warga diminta menjawab 19 pertanyaan. Diantaranya, jika ada anak kita sekarang sudah kuliah dia tinggal di luar kota, harus disampaikan. Di situ anak tinggal di mana harus diterapkan, sampai ke level RT-nya. Karenanya, kita minta warga agar menyiapkan data dari sekarang," jelas dia.

BPS akan Rekrut 19.000 Petugas untuk Sensus 'Door to Door'

Sensus "door to door" dilakukan pada bulan Juli 2020. Sensus ini dilakukan pada warga yang tidak mengikuti sensus online. Sensus dijalankan dengan 2 cara, yakni petugas datang dengan kertas dan dengan gadget.

"Di bulan Juli 2020 nanti, untuk daerah perkotaan itu menggunakan HP (gadget), bedanya apa dengan yang online, kalau online kita mengakses langsung website sensus.BPS.go.id. Yang door to door,  menggunakan gadget warga menginstal aplikasi, nanti yang menginstal petugas wawancara, warga juga diwawancara untuk mengisi kuisioner. 




Sedangkan sensus kertas, dilakukan petugas seperti sensus biasanya. Sensus ini kita utamakan di daerah luar perkotaan," ungkap dia.

Untuk sensus door to door ini, lanjut Hanief, BPS akan merekrut petugas di provinsi Sumut denhan total sekitar 19.000 orang. Rekrutmen akan dilakuan pada bulan Mei 2020. Syarat calon petugas minimal lulusan SMA, mampu mengoperasikan android dan berusia minimal 18 tahun, maksimal 55 tahun. 

"Petugas dituntut mampu menggunakan android dan melek IT, lantaran akan dituntut membuat laporan lewat android. Tugasnya nanti berdasarkan domisili, misalnya berasal dari kelurahan Denai, jika dibutuhkan 3 orang petugas, yang mendaftar lebih banyak, maka akan dilakukan proses seleksi wawancara dan tertulis," beber Hanief.

Setelah lulus seleksi, para petugas akan menjalani pelatihan pada Juni 2020, dan langsung turun ke lapangan untuk bertugas pada Juli 2020. (mtc/amel)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru