MATATELINGA, Medan: Keprihatinan atas pemanasan global dan predIkat Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Kejari Medan, Kejari Belawan dan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sumut menggelar acara Penghijauan, Gerakan Indonesia Bersih dan Biopori dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) yang ke-59 dan Hari Ulang Tahun IAD yang ke-19 di Taman Cadika Johor Medan, Jumat (19/7/2019).
[adx]
Acara diawali dengan senam bersama dan sambutan dari Ketua IAD Wilayah Sumut Ny Lena Fachruddin Siregar. Hadir juga para Asisten dan isteri, Asintel Leo Simanjuntak, Aswas Firdaus, Aspidsus Irwan Sinuraya, Asdatun Hermanto, Asbin Akmal Abbas, Aspidum Edyward Kaban, Kajari Medan Dwiharto, Kajari Belawan Yusnani dan Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan (DPKM) M Husni serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ny Lena Fachruddin Siregar menyampaikan bahwa saat ini kita sangat prihatin dengan efek pemanasan global dan tingginya penggunaan bahan plastik. Sampah plastik di dalam tanah baru bisa terurai dalam kurun waktu 200 sampai 400 tahun. Jika bahan plastik teracampur dengan makanan atau minuman akan menyebabkan kanker.
Sebelum melakukan penanaman pohon dan pembuatan biopori, perwakilan dari DPKM menjelaskan apa manfaat dari pembuatan lubang resapan untuk mendapatkan kompos terbaik dalam waktu 4 sampai 6 bulan. Teknologi biopori bisa juga dibuat di halaman rumah atau di halaman kantor yang luas.
[adx]
Selanjutnya, Ketua IAD Wilayah Sumut Ny Lena Fachruddin Siregar beserta para Asisten, Kajari dan Kepala Dinas Pertamanan & Kebersihan Kota Medan melakukan penanaman pohon dan pembuatan biopori, dilanjutkan dengan gerakan Indonesia bersih dimana semua peserta yang hadir mengutip sampah yang ada di Taman Cadika.
Acara penghijauan, gerakan Indonesia Bersih dan Biopori juga didukung oleh tim dari Pramuka Kwartir Daerah Kota Medan dan pasukan melati dari DPK Kota Medan.