Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Pak Gubernur, Jalan Menuju Desa Kami Masih Sangat Sempit dan Jelek

- Kamis, 04 Juli 2019 19:00 WIB
Pak Gubernur, Jalan Menuju Desa Kami Masih Sangat Sempit dan Jelek
Matatelinga.com
Jalan sempit dan belum diaspal menuju Dusun Mayang Serkat, Desa Sei Musam Kendit, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat
MATATELINGA, Langkat: Anggota DPRD Sumut terpilih dari daerah pemilihan Binjai dan Langkat, Sugianto Makmur, Minggu (30/6/2019) lalu menghadiri acara pernikahan di Dusun Mayang Serkat, Desa Sei Musam Kendit, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat kira-kira 1 jam perjalanan dari Bukit Lawang yang bisa tembus ke Batang Serangan dan Tangkahan.


Menurut Sugianto Makmur, penduduk desa ini dihuni hampir 500 kk akan tetapi mereka belum punya sekolah. Anak-anak mereka harus jalan kaki ke desa di bawahnya untuk sekolah.

"Jalan yang kami lalui menuju desa ini praktis tidak beraspal, mulai dari Bukit Lawang sampai ke tempat tujuan. Bila hujan, kemungkinan besar tidak bisa dilalui mobil, kecuali mobil 2 gerdang. Saat melintasi jalan ini saya jadi ingat suasana di masa tahun 80-an, dimana masih banyak jalan yang belum beraspal," paparnya.

Dalam perjalanan menuju Dusun Mayang Sekat, lanjut Sugianto terutama di Desa Sei Musam Kendit masih terlihat pohon-pohon durian. Konon, dahulu banyak pohon durian di kawasan ini, tetapi sekarang semuanya adalah tanaman kelapa sawit. Padahal, tanaman sawit ini adalah tanaman korporasi yang tidak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

[adx]

"Saya membagikan mimpi saya tentang durian sebagai tanaman eksotik bernilai ekonomi tinggi dan bisa menjadi tanaman pengganti kelapa sawit yang belakangan ini harga TBS-nya mengalami penurunan," tegasnya.

Jika kita bandingkan di Medan, seperti di Durian Ucok dan Sibolang yang menjual durian di kisaran harga Rp 100.000-an, sementara harga durian di tingkat pengumpul di desa masih dinilai rendah, hanya Rp 5000- Rp 10.000-an. Bahkan kalau sedang panen raya, bisa hanya Rp 2000 per buah.


[adx]

Masyarakat di desa ini, kata Sugianto meminta kepada Gubernur Sumatera Utara yang katanya fokus untuk mengembangkan kawasan wisata, agar jalan menuju Bukit Lawang, Tangkahan dan desa-desa disekitarnya diperhatikan. Mereka sangat merindukan pak Gubernur turun langsung melihat kondisi jalan ke desa mereka yang sangat sempit dan jelek, belum diaspal dan saat hujan turun jalan jadi licin.

"Saya menyampaikan kepada masyarakat di sana untuk ikut serta mengembangkan pertanian, khususnya tanaman durian dan pemasarannya dimasa mendatang. Durian yang akan dikembangkan, haruslah dari jenis yang unggul, daging tebal, rasa pahit manis dan legit serta pohon yang produktif.



"Kita perlu membranding durian lokal unggul. Kontes dan pemberian nama adalah langkah yang paling wajar. Kalau harga masih begitu tidak fair, saya akan minta teman-teman untuk membuka toko durian dengan supply langsung dari tangan petani durian yang ada di desa-desa. Nantinya, durian yang dijual akan disertai dengan nama, foto dan penjelasannya," papar ayah 4 anak ini.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru