Minggu, 26 April 2026 WIB

Uap Panas Misterius Muncul di Halaman Polsek Simpang Empat Kisaran Hebohkan Warga dan Polisi

- Jumat, 14 Juni 2019 21:44 WIB
Uap Panas Misterius Muncul di Halaman Polsek Simpang Empat Kisaran Hebohkan Warga dan Polisi
Mtc/ist/bpbd
Warga dan personil Polri yang bertugas di Polsek Simpang Empat, Desa Sipaku Area Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan dihebohkan dengan kemunculan uap panas yang diduga gas dari dalam tanah halaman kantor polisi itu. Uap panas yang diduga gas itu mul
MATATELINGA, Asahan: Warga dan personil Polri yang bertugas di Polsek Simpang Empat, Desa Sipaku Area Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan dihebohkan dengan kemunculan uap panas yang diduga gas dari dalam tanah halaman kantor polisi itu. Uap panas yang diduga gas itu mulai timbul sejak Rabu, 12 Juni 2019 kemarin.


Atas kejadian ini, sejak Jum'at (14/6/2019) siang hingga menjelang sore,  tim gabungan dari BPBD Kabupaten  Asahan, Dinas Lingkungan Hidup Asahan dan  Polres Asahan, beserta Pimpinan Forkopimcam Simpang Empat telah meninjau dan memberi garis batas zona bahaya (hazard) dengan radius 2,5 meter dari titik lokasi uap panas yang keluar.

Khaidir Sinaga, Kabid Kedaruratan BPBD Asahan mengatakan kemunculan uap panas yang diduga gas itu pertama kali diketahui oleh petugas PLN yang sedang memperbaiki jaringan pada Rabu, 12 Juni 2019.  Khaidiri menduga tekanan uap panas yang keluar telah terjadi beberapa hari sebelum tanggal 12 Juni 2019. 

"Uap panas yang bertekanan kecil akan lebih terlihat jelas dikala senja dan malam hari, dan siang hari samar terlihat karena bias maya cahaya matahari. Uap yang diduga gas itu dapat dirasakan dengan telapak tangan berhawa hangat di permukaan tanah radius 75cm dari titik keluarnya uap panas, dan tiang besi yang berada di dekatnya juga terasa hangat. Dan diikuti layunya rumput di atas permukaan tanah yg berhawa hangat,"beber Khaidir.


Khaidir juga mengatakan sejauh ini pihaknya belum menyimpulkan asal uap panas tersebut. Pasalnya dari hasil observasi di kawasan itu tidak ada jaringan pipa gas yang melintasi di bawah titik uap panas tersebut berdasarkan kesaksian petugas Polsek Simpang Empat yang telah bertugas disana. Tekanan uap pas  itu pun lanjut Khaidir kategori ringan/kecil, dengan suhu relatif rendah hingga panas sendang, serta tidak berbau.

"Uap panas yang keluar belum bisa dipastikan kategori asap panas, gas panas, hingga gas beracun,"sebutnya.

Namun dampak dari adanya uap panas itu menyebabkan rumput yanga ada di halaman Polsek Simpang Empat layu. Hawa panas yang dikeluarkan asap itu juga merambat pada tiang besi di sekitar titik lokasi.


"Bahkan menimbulkan rasa was-was petugas yang bertugas di sekitar kantor polsek Simpang Empat," bebernya.

Untuk penanganan sementara lanjut Khaidir, pihaknya bersama tim gabungan lainnya sudah melokalisir lokasi dengan memasang pita zona bahaya.  Kemudian berkoordinasi dengan lembaga yang memiliki kapasitas kewenangan dan dukungan alat teknologi dan SDM untuk menangani temuan ini seperti  Kantor perwakilan Pusat Geologi dan Vukanologi dari Kementerian ESDM yang ada di Provinsi Sumatera Utara, Dinas Linghup Propsu, Dinas Tamben Propsu.

"Koordinasi dilakukan mengingat Kabupaten Asahan  tidak memiliki kapasitas  kewenangan dalam analisis dalam kategori peristiwa (geologi) kejadian tersebut,"tukasnya. (mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru