Matatelinga - Medan, Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake meresmikan Education USA Advising Center atau Pusat Advis Pendidikan USA, dI Jalan RA. Kartini No. 23, Medan, Kamis (20/3/2014). Pendirian Education USA merupakan komitmen pemerintah USA bekerjasama pemerintah Indonesia dalam dunia pendidikan.
Hadir dalam peresmian tersebut Konsul Amerika Serikat Perwakilan Sumatera Kathryn Crockart, Wakil Konsul Trevor Olson dan Education USA Advisor Medan Jeffrey Jeo serta Steven, Direktur Australia Center Medan.
Wagubsu dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan pendirian lembaga ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Sumut yang memang jumlah penduduknya terbesar keempat di Indonesia. Wagubsu juga menyampaikan bahwa kenyataan Indonesia baru memiliki 75 ribu orang doktor atau S3 dari 250 juta penduduk Indonesia. Padahal idealnya Indonesia harus minimal 3 sampai 5 persen dari jumlah penduduknya berstata S3 agar bisa setara dengan negara-negara maju lain.
Pendidikan di AS cukup baik terlebih untuk terapan-terapannya. Dan sejauh ini kerjasama antara Indonesia dan AS sangat baik, apalagi dengan adanya tawaran kemudahan dari AS untuk menempuh pendidikan di negara mereka.Kemudahan visa untuk masyarakat Indonesia yang mau belajar di AS harus dimanfaatkan. Tapi perlu informasi lebih banyak tentang universitas di AS termasuk info-info beasiswa.
"Mudah-mudahan dengan adanya Education USA ini akan mempermudah masyarakat Sumut untuk bisa mendapatkan informasi pendidikan di Amerika. Marilah kita belajar karena ada pepatah tuntutlah ilmu sampai keliang lahat sampai matipun kita menuntut ilmu tidak ada kata terambat untuk pendidikan," ujar Wagubsu.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kunjungannya ini bukan kebetulan saja, tetapi kunjungan resmi pertama ke Kota Medan.Peresmian kantor Education USA di Medan menunjukan pendidikan menjadi prioritas AS di beberapa negara sahabat.
Pada tahun 2010 ketika Presiden AS Barack Obama dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melakukan penandatangan kesepakatan, AS berjanji bahwa mereka akan meningkatkan siswa yang sekolah baik siswa Amerika yang sekolah di Indonesia dan juga siswa Indonesia yang bersekolah di Amerika.
"Dan kita memenuhi janji itu karena angka siswa Indonesia yang kemudian bersekolah di Amerika angkanya bertumbuh dengan pesat dan juga sebaliknya angka siswa Amerika yang bersekolah di Indonesia lebih pesat lagi dan kami merasa bangga," Kata Robert.
Apalagi Amerika memudahkan Visa bagi para siswa yang belajar ke Amerika. Kemudahan ini sebagai bentuk komitmen Amerika terhadap pentingnya pendidikan karena diakui kalau universitas yang ada di Amerika cukup dikenal dan berkualitas. Namun tidak hanya bagi yang mau melanjutkan studi di AS, bagi masyarakat umumnya juga penting seperti melanjutkan bidang penelitian dan sumberdaya manusia lainnya.
Robert mengakui memang saat ini banyak sekali siswa Indonesia yang bersekolah di AS. Sebab sekarang jauh lebih mudah memperoleh Visa belajar ke AS. Hampir 95% umumnya siswa tersebut mendapatkan visa kurang dari lima hari. Saat ini tercatat ada 7.700 siswa Indonesia sekolah di AS.
"Saya ingin tekankan disini bahwa bukan cuma siswa aja yang dipermudah tapi juga masyarakat yang lainnya karena kita juga akan meningkatkan dalam bidang bisnis dan perdagangan,” kata Blake.
Jeffrey Jeo, Pimpinan Education USA di Medan begitu lulus SMA Sutomo, melanjutkan ke University of Arizona di Phoenix, AS dengan IPK tinggi. Jeffrey sosok orang Indonesia yang mengecam pendidikan di AS tapi kembali ke Indonesia dengan jabatan direktur Education USA yang baru.
Dubes menyebut jasa Jeffrey gratis sifatnya padahal dia memantau lebih dari 4.500 universitas di AS. Blake juga menuturkan bahwa saat ini ada sejumlah siswa yang umumnya dari SMU Sutomo melanjutkan studi ke Amerika. Mereka antara lain Adriana Salim anggota Youth Consul akan melanjutkan ke Washington University, Seatle. Silvarani Kosasih ke Oregon State University, Felina Wijaya ke Colorado State University, Rahmah Fithriani (Fulbright Scholarship) University of New Mexico dari IAIN. Frans Judea Samosir (Prestasi Scholarship) University of Georgia (USU).(
(Mt-01)