Minggu, 26 April 2026 WIB

Dua Kelompok Saling Serang Pakai Senjata Tajam, Lima Luka Serius

- Sabtu, 10 November 2018 20:42 WIB
Dua Kelompok Saling Serang Pakai Senjata Tajam, Lima Luka Serius
ist
MATATELINGA, Pancurbatu:  Disenyalir memperebutkan lahan, dua kelompok pemuda (preman) yang bernaung diorganisasi kepemudaan saling serang dengan dilengkapi senjata tajam  di Jalan Jamin Ginting, KM 17 Simpang Namorih, Desa Lama, Pancurbatu, Deliserdang. Akibat  sedikitnya lima  orang dari kedua kelompok tersebut, luka terkena sabetan sejata tajam dan benda keras.


Bentrokan yang terjadi, Sabtu (10/11/2018) sekira jam 11.30 wib itu, sehingga lokasi kejadian sempat mencekam. Namun, Polisi sudah berjaga jaga, untuk mengantisipasi terjadi bentrok susulan.

Selanjutnya kelima luka terkena  senjata tajam dari kedua kelompok tersebut,yakni , Yustin Sutbakti alias Pio (luka bacokan di kedua tangannya), Yusuf Sitepu ,37, Ijul Frendi Sembiring ,25,, serta Edi Yonatan Bangun (luka bacok di lengan kanan), Imanuel Gurusinga ,39, warga Desa Durin Simbelang, Pancurbatu (luka bacok di bagian kepala) rumah Sakit H Adam malik Medan. Bahkan, mengingat kondisi lukanya yang cukup parah, Yustin Surbakti terpaksa dirujuk ke RSU Colombia Jalan Listrik Medan.

Selain ada korban luka, dampak dari aksi bentrokan berdarah itu juga mengakibatkan satu unit kereta jenis metic milik salah satu kelompok pemuda hangus terbakar. Seluruh korban yang luka-luka dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan untuk mendapat perawatan intensif.

Informasi yang diterima dari lapangan, siang itu kelompok pemuda yang diketuai Yustin Surbakti alias Pio bertemu dengan kelompok pemuda yang dikomandoi Edi Yonatan Bangun alias Atan. Awalnya diantara mereka sempat terlibat cekcok mulut, namun akhirnya terjadi adu fisik.


Masing-masing kedua kelompok ini dilengkapi senjata tajam dan benda keras. Saling serang pun tak terelakkan lagi.

Masyarakat sekitar yang mengetahui kejadian tak berani menenangkan kedua kelompok tersebut, dan memilih menghindar karena takut menjadi sasaran pertikaian dari kedua kelompok tersebut. Petugas Polsek Pancurbatu dipimpin langsung Kapolsek Kompol Faidir Chan, bersama Kanit Reskrim Iptu Pol Suhaily A Hasibuan,  yang menerima laporan turun ke lokasi kejadian melakukan penyelidikan dan penanganan.

Bahkan, untuk membantu tugas Polsek Pancurbatu dalam meredam aksi pertikaian diantara kedua kelompok tersebut, personil Polrestabes Medan dipimpin langsung Kapolrestabes Kombes Pol Dadang Hartanto, diturunkan ke lapangan.

Terlihat ratusan pemuda yang merupakan satu kelompok dengan kelompok pemuda yang bertikai tersebut memadati halaman rumah sakit Adam Malik Medan. Kedatangan mereka ke rumah sakit untuk melihat kondisi rekan mereka yang mengalami luka-luka.

Puluhan pemuda tersebut juga sempat terpancing amarahnya begitu mendapat laporan kalau anggota dari salah satu kelompok yang bertikai kembali melakukan serangan ke rumah keluarga rekan mereka. Namun, setelah ditenangkan oleh Kasat Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sony Siregar didampingi tokoh masyarakat Pancurbatu Sumbul Sembiring bahwasanya berita itu hanya isu saja, puluhan pemuda tadi pun akhirnya bisa menahan diri.


Mereka (puluhan pemuda ) hanya berpesan kepada pihak kepolisian, agar mengusut tuntas persoalan bentrokan tersebut. "Kami hanya minta polisi bekerja secara profesional dan tidak berat sebelah. Pihak kepolisian juga harus tanggap dalam upaya memediasi perdamaian diantara kedua kelompok pemuda yang bertikai itu, agar tidak kembali terjadi bentrok susulan," ujar salah seorang pemuda.

Sementara itu, Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chan, SH MH saat dikonfirmasi mengatakan, motif bentrokan diantara kedua kelompok pemuda itu diduga terkait soal perebutan lahan.

"Sebelumnya, atas nama Muspika Pancurbatu, kita sudah berusaha memediasi kedua kelompok ini agar saling menahan diri untuk tidak melakukan aksi kekerasan. Namun, sepertinya sulit untuk mendapatkan win win solution (solusi terbaik), karena masing-masing kelompok mengaku memiliki mandat resmi dari pihak yang bersangkutan,"sebut Faidir.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru