Matatelinga - Medan, Melalui kegiatan kerja siswa nyata yang digelar, siswa SMK Immanuel Medan diharapkan dapat menjadi entrepreneur yang baik. Dengan keahlian dan ketrampilan yang mereka terima selama menimba ilmu di sekolah, maka para siswa setelah menyelesaikan pendidikannya tidak hanya menggantung hidup di perusahaan lain ataupun berusaha menjadi pegawai negeri sipil. Tetapi mereka bisa menciptakan lapangan kerja
sendiri.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi ketika membuka kegiatan Kerja Siswa Nyata (KSN) di
Lapangan Pertiwi Jalan Bilal Medan, Jumat (7/2/2014). Dalam KSN ini, SMK Immanuel memberikan service sepeda motor, mobil, alat-alat eletronika
dan las kepada masyarakat secara gratis. "Melalui kegiatan KSN, para siswa tentunya akan menemukan persolan-persoalan terkait bidang keahliannya, sehingga mereka akan lebih terampil mengaplikasikan ilmunya secara lebih real guna dijadikan modal sebagai entrepreneur. Selain itu kegiatan ini sangat positif, karenanya mari kita pacu terus motivasi belajar para siswa agar lebih giat belajar dan berkarya demi kemajuan bangsa," kata Eldin.
Atas dasar itulah Eldin sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, KSN yang dilakukan para siswa SMK Immanuel sangat positi, selain untuk
mengasah ketrampilan dan skill yang dimiliki, juga sebagai bentuk pengabdian sekolah terhadap masyarakat, sekaligus sebagai alat promisiu SMK agar ke depannya lebih diminati sebagai salah satu alternatif terbaik dalam pemilihan pendidikan generasi muda mendatang. Eldin selanjutnya berharap agar keberadaan SMK bis amemberikan kontribusi mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Bahkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan apabila SMK memiliki nilai tambah yang mampu menyesesuaikan dinamika iptek dan pasar.
"Nilai tambah itu harus diekplorasi melalui kegiatan peningkatan mutu karya siswa SMK. Salah satunya melalui kegiatan KSN. Dengan adanya KSN
ini, kita semua berharap para siswa akan siap menghadapi dunia kerja yang sebentar lagi akan mereka rasakan. Selain itu dengan melakukan KSN, para siswa akan lebih trampil mengaplikasikan ilmunya secara lebih nyata," ungkapnya.
Sementara itu Ketua Yayasan Perguruan Immanuel Medan Ir Immanuel Munthe MSi dalam laporannya memaparkan, perguruan yang dipimpinnya ini
berdiri sejak tahun 1988 dan saat ini memiliki 750 siswa yang berasal dari 10 kecamatan di Kota Medan. Selanjutnya para siswa terbagi dalam beberapa jurusan yaitu otomotif ringan (sepeda motor), otomotif alat-alat berat (mobil), elektronik, serta teknisi pesawat terbang.
"Khusus jurusan teknisi pesawat terbang, ini merupakan jurusan yang terbaru di Kota Medan. Untuk mendukung jurusan ini, kita telah mendapatkan bantuan 2 pesawat terbang dari SMAC. Semoga bantuan yang diberikan dapat dipergunakan para siswa sebagai bahan praktek, sehingga mereka menjadi tenaga yang memiliki skill di bidang mesin pesawat terbang," papar Immanuel.
Menurut Immanuel, perguruannya dapat berjalan sampai saat ini berkat dukungan dan kepercayaan yang diberikan masyarakat selama ini. Oleh karenanya sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat, maka digelarlah KSN di 10 kecamatan yaitu Medan Barat, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Petisah, Medan Baru, Medan Polonia, Medan Mimun dan Medan Selayang.
Bentuk KSN yang diberikan, jelas Immanuel, memberikan service sepeda motor, mobil alat-alat eletronik dan las kepada masyarakat secara gratis. Dengan demikian masyarakat di 10 kecamatan bisa merasakan pelayanan yang diberikan tersebut. "Semoga masyarakat bisa merasakan pelayanan yang diberikan siswa kami ini," ujar.
Usai memberikan sambutan Eldin didampingi sejumlah pimpinan SKPD selanjutnya menyaksikan bagaimana sejumlah siswa tengah memperbaiki
dan menservice sepeda motor milik warga yang rusak. Setelah itu dilanjutkan dengan peninjauan Kantor Ketahanan Pangan Kota Medan dan Kantor Camat Medan Barat yang lokasinya berdekatan dengan Lapangan Pertiwi, tempat KSN digelar.
(Hendra/Adm)