Meski berada di pengungsian, ratusan anak-anak pengungsi Sinabung di posko pengungsian Balai Desa Telaga, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara tetap diharuskan bersekolah.
Kepala Desa Telaga, Suranta Sitepu mengatakan, seluruh perlengkapan sekolah bagi anak-anak pengungsi disediakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.
"Semua perlengkapan seperti buku, penggaris, alat tulis telah disediakan pihak Dinas Pendidikan Pemkab Langkat," jelas Suranta saat dikonfirmasi di pengungsian.
Dari 726 jiwa pengungsi, lanjut Suranta, sedikitnya 150 orang diantaranya merupakan anak-anak usia sekolah yang wajib menjalankan pendidikan.
"Meski anak-anak tersebut berada dipengungsian, namun mereka kami wajibkan untuk sekolah agar mereka tidak ketinggalan pelajaran," pungkasnya.
Berdasarkan data posko pengungsian, ungkap Suranta, 96 anak adalah siswa Sekolah Dasar, 31 orang Siswa SMP dan lebihnya merupakan siswa SMU.
Meski berada di pengungsian, namun mereka tetap diharuskan sekolah sesuai tingkatan sekolah masing masing.
Untuk keperluan sekolah, mulai dari buku-buku, seragam sekolah, sepatu, seluruhnya diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat dan donatur lainnya.
Salah seorang anak pengungsi, Rizki Sembiring warga Desa Kuta Rakyat Kecamatan Naman Terang Kabupaten Karo.
Siswa kelas Enam Sekolah Dasar ini harus mengungsi karena sekolah dan desanya termasuk kawasan rawan awan panas gunung sinabung.
Ia dan keluarganya telah mengungsi ke Langkat sejak tiga bulan silam.
Ia harus tetap bersekolah di lokasi pengungsian, meskipun rizki sempat bersekolah tanpa seragam sekolah dan tidak bersepatu.
hari ini, rizki dan ratusan anak pengungsian gunung Sinabung di Langkat harus segera bergegas sekolah meskipun masih dalam pengungsian. Sekolah dan lokasi pengungsian hanya berjarak 20 menit jalan kaki.
Rizki dan ratusan anak-anak pengungsi Sinabung hanya berharap gunung sinabung segera kembali normal, agar mereka bisa kembali sekolah seperti biasa, di kampung halamannya.
"Kami harap segera berakhir bencana ini, kami ingin sekolah di kampung halaman kami lagi bang," jelas rizki.
(Hendra/Adm)