Senin, 13 Juli 2026 WIB

Pemkab Sergai & Banyuwangi Teken MoU Pengembangan Daerah

- Rabu, 07 Juni 2017 16:26 WIB
Pemkab Sergai & Banyuwangi Teken MoU Pengembangan Daerah
Mtc/ist
MATATELINGA, Sei Rampah: Dalam rangka pengembangan e-Government serta mewujudkan pemerintahan yang baik dan tata kelola pemerintahan yang bersih, Pemkab Sergai dan Pemkab Banyuwangi menandatangani kesepakatan bersama (MoU) tentang Pengembangan Daerah bertempat di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, Selasa (6/6/2017).



Penandatanganan MoU yang dilaksanakan oleh Bupati Sergai Ir. H. Soekirman bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, S.Pd, S.S, M.Si, serta antara Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno, MM dan Sekdakab Banyuwangi Djadjat Sudradjat, SH, M.Si adalah terkait replikasi aplikasi Perencanaan, Keuangan dan e-Kinerja serta program pengembangan daerah lainnya.

Hal ini dikemukakan Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sergai Ikhsan AP kepada wartawan melalui telefon selulernya.

Selanjutnya Ikhsan menyebutkan, usai kegiatan penandatanganan MoU yang dirangkai acara berbuka puasa bersama Jajaran Pemkab Banyuwangi tersebut,  Bupati Sergai Ir. H. Soekirman menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi beserta jajaran atas terjalinnya kerjasama kedua daerah yang diharapkan dapat mengurangi kesenjangan daerah dalam penyediaan pelayanan umum dan pengembangan potensi daerah.

"Kami berharap agar dengan kesepakatan bersama ini dapat membawa hasil yang maksimal bagi kedua daerah" pungkas Bupati. Sementara pada kesempatan yang penuh persaudaraan yang hangat itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, S.Pd, S.S, M.Si didampingi Sekda Djadjat Sudradjat, SH, M.Si menyambut baik kunjungan Bupati Sergai beserta rombongan dalam rangka penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan daerah yang dilaksanakan hari ini.



"Dengan e-Kinerja ini, selain dapat mengukur insentif yang diterima PNS sesuai output pekerjaanya, hal ini juga dapat mencegah praktik pungutan liar yang biasanya dilatarbelakangi kurangnya insentif untuk pegawai sehingga memutus mata rantai pungli," terangnya.

(Mtc/amr/rel)

 
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru