Minggu, 27 September 2026 WIB

Pekerja Damkar Tobasa Mengeluh

Admin - Selasa, 04 Oktober 2016 10:06 WIB
Pekerja Damkar Tobasa Mengeluh
Matatelinga.com
Matatelinga.com - Beberapa  petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Tobasa mengeluhkan minimnya alat –alat pemadam yang mereka miliki. Anggota pemadam tersebut mengaku dan mengeluhkan alat kelengkapan yang sangat minim kepada matatelinga.com pada Senin (3/10/2016). 

Di sebuah lokasi pemadaman lahan yang berada di Sitio-tio Kecamatan Siantar Narumonda Tobasa mereka tidak bisa memasuki lahan tersebut karena tidak memiliki masker atau helm yang memadai. Apalagi sepatu safety yang tidak mereka miliki. Sementara lahan yang terbakar masih mengeluarkan asap dan dalam keadaan panas. Karena tugas dan tanggung jawab yang mereka emban, semua tim berhasil memadamkan api yang hampir mencapai pemukiman warga.


Anggota damkar mengeluhkan akan kelengkapan yang mereka miliki. Mereka mengeluh lantaran sudah sekian lama mereka menjadi petugas pemadam kebakaran tetapi tidak memiliki pasilitas standard kelengkapan pemadaman. Sepatu yang mereka gunakan bukan sepatu khusus tahan api dan benda tanjam akan tetapi sepatu olah raga yang tidak memiliki daya tahan terhadap api dan tusukan benda tajam sejenis paku. Celana dan baju pengaman dari api juga mereka tidak miliki. Apalagi helm pengaman kepala serta masker.

Mereka bekerja hanya karena tanggung jawab akan tugas yang mereka emban. Sedangkan kebanyakan dari mereka hanya tenaga honor yang sudah puluhan tahun tidak diangkat adi pegawai negeri sipil. Salah satu pemadam yang namanya tidak mau dituliskan mengatakan jika dia sering mendapat bogem mentah dan tidak jarang dikeroyok warga karena terlambat tiba di lokasi kebakaran. Padahal banyak tantangan yang mereka hadapi di jalan menuju lokasi kebakaran. “Saya sering dikeroyok bahkan dipukul warga, karena kami datang terlambat, padahal mereka tidk tahu kendala yang kami hadapi dijalanan” ujarnya.


Namun beliau tidak mengingat semua kelakuan buruk yang mereka terima dari beberapa oknum warga yang tidak mengerti posisi mereka. “Saya pernah menyelamatkan anak kecil dari kepungan api di dalam rumah, tetapi kami tidak menuntut diberikan penghargaan atau sejenisnya, kami hanya ingin alat-alat pemadam yang kami gunakan memadai dan kami bisa pulang dengan selamat setelah memadakan api” lanjutnya dengan nada sedih. 

“Kami punya keluarga dan terkadang kami tidak memikirkan nyawa kami hanya karena demi menyelamatkan nyawa orang lain, jika kami mati dalam tugas, mungkin hanya turut belasungkawa yang datang tanpa ada asuransi dan lain-lain yang bisa dinikmati keluarga istri dan anak kami yang kami tinggalkan” tegasnya.


Harapan anggota pemadam kebakaran agar Bupati Ir Darwin Siagian dan Ir Hulman Sitorus mau melakukan perbaikan dan mengevaluasi semua alat-alat yang mereka gunakan untuk menunjang kinerja dan ketenangan dalam menjalankan tugasnya demi Tobasa Hebat. Mereka juga berharap agar wakil ketua DPRD Asmadi Lubis mau mendengar keluhan mereka agar nantinya bisa bekerja maksimal dan tenang menjalankan tugas.


(Mtc/Pintor)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru