Matatelinga.com, Aksi menuntut
pembubaran Densus 88 Antiteror juga berlangsung di Kota Medan. Puluhan
mahasiswa menyuarakannya dalam demonstrasi di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (18/3/2016).
Unjuk
rasa ini dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa
(Gema) Pembebasan Sumatera Utara. Mereka mendesak pemerintah segera
membubarkan Densus 88 Antiteror.
Gema Pembebasan Sumatera utara
manyatakan Densus 88 Antiteror telah berlaku semena-mena dalam tugasnya
serta melakukan tindakan tidak berprikemanusiaan terhadap terduga yang
mereka tangkap.
"Densus 88 lah teroris yang sebenarnya," kata Andika Mirza, koordinator aksi.
Densus
88 Antiteror juga dinilai telah melecehkan Alquran. Alasannya, mereka
menjadikan kitab suci umat Islam sebagai barang bukti. “Perlakuan ini
menciptakan opini buruk tentang Islam dan menyakiti hati kaum muslimin,”
sambung Andika.
Demonstrasi menuntut dibubarkannya Densus 88
Antiteror berlangsung di sejumlah daerah. Unjuk rasa ini dipicu
penggerebekan yang dilakukan pasukan ini di Klaten, Jawa Tengah. Dari
penggerebekan itu seorang terduga teroris Siyono ,34, tewas setelah
ditangkap.
Menurut Gema Pembebasan Sumatera Utara, tewasnya
Siyono merupakan salah satu contoh betapa mudahnya Densus 88 mencabut
nyawa seseorang yang mereka sebut terlibat jaringan teroris. Selain itu
masih banyak kasus serupa yang terjadi. "Ratusan orang meninggal akibat
Densus, ini yang membuat masyarakat, khususnya umat muslim, menjadi
lebih marah," ujarnya.
Pengunjuk rasa menyatakan aksi ini
berlangsung secara nasional atas instruksi pengurus Gema Pembebasan
Pusat. "Pembubaran Densus 88 tidak dapat ditawar lagi,"katanya.