Matatelinga.com, Pasca ditemukannya koper berisi bom rakitan dan senjata api yang ditemukan di sekitar
tempat pembuangan akhir (TPA) sampah kawasan Sei Mencirim, Kabupaten
Deliserdang, Sumatera Utara, seperti mirip bom yang pernah meledak di Sarinah,
Jakarta.
Adapun isi koper hitam yang ditemukan warga berinisial
DS alias Komeng ,31, ini, satu bom rakitan terbungkus dalam lakban warna
coklat susu. Satu gulungan kabel berwarna merah.
Kemudian, satu
magazen M 16 berisikan peluru penuh. Tiga magazen FN 45. Satu kotak
amunisi FN, Dua plastik amunisi FN, tiga lembar peta serta dua kain
pakaian wanita jenis daster.
Berdasarkan informasi yang
diperoleh, pada 14 Februari 2016 kemarin, salah satu napi teroris
bernama Wandoyo alias Salman termonitor tiba di Bandara Kualanamu
Internasional Airport sekira pukul 09.20 WIB. Setibanya di Sumatera
Utara, Wandoyo yang merupakan kelompok Abu Umar ini bergerak mengarah ke
kawasan Sei Mencirim.
Sayangnya, ketika dilacak tim anti teror,
Wandoyo yang merupakan jaringan kelompok Abu Umar yang diduga bagian
dari jaringan Muhammad Ali (salah satu pelaku teror Sarinah Jakarta)
menghilang.
Diduga kuat, saat ini Wandoyo yang pernah masuk dalam
struktur Abu Umar tahun 2005-2011, yang menjabat sebagai Amir Sel
Halaqah Jakarta Utara masih berada di seputaran kawasan Sei Mencirim.
Wandoyo
alias Salman ini pernah ditangkap pada tahun 2011 di Koja, Jakarta
Utara atas kepemilikan senjata api dan bebas pada tahun 2015. Belum
diketahui secara pasti apa tujuan Wandoyo ke Sumut.
(Mtc)