Kamis, 26 Februari 2026 WIB

Pemerintah Percepat Bangun Jembatan di Daerah Terdampak Bencana

James Pardede - Kamis, 26 Februari 2026 06:45 WIB
Pemerintah Percepat Bangun Jembatan di Daerah Terdampak Bencana
Matatelinga/Istimewa
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumut Basarin Yunus Tanjung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumut melakukan Konferensi Pers terkait Perkembangan

MATATELINGA, Medan : Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah daerah terdampak bencana banjir guna memulihkan konektivitas antarwilayah dan memastikan distribusi logistik bagi masyarakat tetap berjalan. Upaya percepatan ini dilakukan agar aktivitas warga dapat segera kembali normal, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas.

"Ada 10 jembatan yang sedang kita bangun bekerja sama dengan TNI, sekarang sudah siap delapan jembatan. Tapi karena terjadi peristiwa banjir kembali pada tanggal 11 dan 16 Februari yang lalu maka ada satu jembatan yang kembali bergeser dan mengalami kerusakan tapi akan kita perbaiki kembali," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut Basarin Yunus Tanjung dalam temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (25/2/2026).

Basarin yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Darurat Bencana Provinsi Sumut menjelaskan, wilayah dengan akses terbatas tersebut bukan terisolir. Wilayah itu masih dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan berjalan kaki. Namun, untuk kendaraan roda empat, akses baru dapat dilalui setelah dilakukan perbaikan jalan dan jembatan.

Pembangunan jembatan di desa-desa dengan akses terbatas dilakukan bekerja sama dengan TNI. Berdasarkan data pembaruan Posko Darurat Bencana Sumut per 25 Februari 2026, wilayah dengan akses terbatas terdapat di dua kabupaten, yakni Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Baca Juga:
Di Taput, wilayah terdampak berada di dua kecamatan dan empat desa, yakni Kecamatan Sipaholon dan Parmonangan dengan desa Rura Julu Tomuan, Pertengahan, Huta Tua, dan Huta Julu Parbalik. Sementara di Tapteng, wilayah dengan akses terbatas terdapat di Kecamatan Tukka dan Sibabangun, meliputi Desa Saur Manggita, Desa Sait Kalangan Dua, Desa Sigiring-giring, dan Desa Sibio-bio.

"Kita juga melakukan penggalian timbunan di sepanjang jalan desa tersebut dan jembatan yang rusak diperbaiki. Kalau cuaca mendukung ini bisa progresnya selesai pada bulan Maret nanti, kita harapkan cuaca mendukung," kata Basarin.

Jembatan yang dibangun merupakan jembatan rampo, yakni jembatan dengan model konstruksi berbahan besi, dilengkapi plat untuk temboknya, lalu bagian atasnya ditimbun tanah.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Ribuan Huntara untuk Pengungsi Bencana Sumut Hampir Rampung, Pemprov Sumut Beri Bantuan Pengganti Sewa Rumah
Wakil Wali Kota Cek Jalan Provinsi yang Rusak di Sibolga
Kepolisian RI Daerah Aceh Mempercepat Pembangunan Jembatan Bailey.
Brimob Polda Sumut Bangun Jembatan Darurat di Pelosok Tapsel, Akses Warga Kembali Terhubung
Gubernur Bobby Nasution Buka Puasa Perdana Ramadan Bersama Warga di Hunian Korban Banjir Sorkam
Kapolres Tapteng Tinjau Lokasi Longsor di Sitahuis: Serahkan Bansos dan Serap Aspirasi Warga
 
Komentar
 
Berita Terbaru