Matatelinga - Medan, Dinas Bina Marga Kota Medan memperbaiki gorong-gorong di Jalan Bajak V, Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (30/9). Perbaikan yang dipimpin langsung Wali kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi ini dilakukan, guna mengatasi masalah genangan air yang selalu terjadi di kawasan tersebut. Kondisi ini terjadi akibat gorong-gorong mengalami penyumbatan, sehingga air tidak dapat mengalir dan meluap menggenangi jalan maupun rumah warga.
Perbaikan diawali dengan membongkar gorong-gorong dengan menggunakan 2 unit alat berat jenis backhoe. Setelah itu backhoe pun mengorek seluruh tanah maupun lumpur yang menyumbat gorong-gorong selama ini. Di samping backhoe, Dinas Bina Marga juga menggunakan 1 unit mobil penyedot lumpur guna memperlancar proses perbaikan.
Setelah itu seluruh tanah maupun lumpur bekas korekan langsung diangkut oleh mobil truk milik Dinas Bina Marga. Selain tidak ingin sekitar lokasi jorok dan berlumpur, pengangkutan tanah dan lumpur itu dilakukan untuk menghindari terjadinya penyempitan ruas badan jalan yang akan memicu terganggunya kelancaran arus lalu lintas.
Wali Kota didampingi Kadis Bina Marga Khairul Syahnan Lubis minta agar perbaikan gorong-gorong dilakukan secepatnya. Meski cepat namun mantan Sekda Kota Medan ini perbaikan yang dilakukan benar-benar berkualitas. Dengan demikian masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya dan terbebas dari masalah genangan air yang selama ini selalu meresahkan mereka.
Guna mendapatkan hasil pengerjaan yang benar-benar berkualitas, Eldin pun berulangkali memberikan instruksi kepada Kadis Bina Marga untuk ditindaklanjuti anggotanya. Warga sekitar pun sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Wali Kota ini. Mereka silih berganti mengucapkan terima kasih, sebab persoalan genangan air yang selama ini dikeluhkan telah disahuti orang nomor satu di Kota Medan tersebut.
"Kami sudah bosan menghadapi masalah genangan air yang selama ini terjadi. Gara-gara gorong-gorong ini tersumbat, parit tidak bisa lagi menampung debit air hujan sehingga meluap dan menggenangi jalan maupun rumah kami. Jadi kami sangat berterima kasih atas upaya yang dilakukan Pak Wali pagi ini," kata salah seorang warga gembira.
Wali Kota langsung tersenyum menanggapi ungkapan warga tersebut. Baginya apa yang menjadi keluhan warga dengan sekuat tenaga akan ditindaklanjuti. Apalagi keluhan itu menyangkut kepentingan orang banyak. "Insya Allah dengan perbaikan gorong-gorong yang kita lakukan ini, warga Jalan Bajak V dapat terhindar dari genangan air," harap Wali Kota.
Selain perbaikan gorong-gorong, Wali kota juga menginstruksikan kepada Kadis Bina Marga melakukan pengorekan drainase. Dengan demikian jika hujan deras turun, drainase dapat mengalirkan debit air hujan menuju parit utama di Jalan Sisingamangaraja yang selanjutnya mengalir menuju Sungai Denai yang berada dekat persimpangan Amplas. “Untuk itulah gorong-gorong ini saya perintahkan dibongkar dan diperbaiki,” ungkapnya.
Sementara itu Kadis Bina marga Kota Medan Khairul Syahnan mengatakan, proses perbaikan gorong-gorong akan memakan waktu sekitar seminggu. Sebab, padatnya kenderaan yang melintasi Jalan Sisingamangaraja menyebabkan pihaknya kesulitan untuk mengoperasikan alat-alat berat. “Lihat saja pagi ini, gitu kita mengoperasikan 2 unit backhoe langsung mengganggu kelancaran arus lalu linas,” jelas Syahnan.
Untuk mengatasinya, Syahnan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan. Selanjutnya kata Syahnan, gorong-gorong yang dibongkar akan diganti boks yang nantinya dapat berfungsi sebagai bak control. Selain kualitasnya cukup kuat, boks yang akan dipasang mampu menahan tekstur tanah yang rentan labil dan longsor tersebut.
Setelah selesai memperbaiki gorong-gorong Jalan Bajak V ini, Syahnan menjelaskan pihaknya akan meneruskan perbaikan gorong-gorong di Jalan Taruma dan Jalan Plaju, sedangkan di kawasan Medan Labuhan tengah dalam proses pengerjaan.
“Dari data yang kita miliki, ada sekitar 40 titik masalah genangan air yang harus kita tangani dalam tahun ini. Namun jumlah ini sudah berkurang, sebab kita terus melakukan perbaikan. Umumnya pemkicu terjadinya genangan air ini disebabkan beberapa faktor. Ada akibat kesalahan perencanaan, terjadinya penyumbatan oleh sampah maupun akibat proses alam. Insya Allah semua titik genangan air akan kita selesaikan dalam tahun ini,” jelas Syahnan.
(Mt/Hendra)