Sabtu, 11 Juli 2026 WIB

Ini Kronologi Bos Truk Pengangkutan Pecat Karyawan Letuskan Senpi Diamankan Polrestabes Medan

Redaksi - Rabu, 04 Oktober 2023 13:04 WIB
Ini Kronologi Bos Truk Pengangkutan Pecat Karyawan Letuskan Senpi  Diamankan Polrestabes Medan
Matatelinga.com
Tangkapan layar bos truk pengangkutan meletuskan senjata, Selasa (3/10/2023)
MATATELINGA, Medan : Seorang pria etnis keturunan diamankan Satuan Reskrim Polrestabes Medan. Sebab, bos truk pengangkutan berinisial R tersebut meletuskan senjata api secara brutal, Selasa (3/10/2023).

"Pelaku dan barang bukti senjata sudah diamankan. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polrestabes Medan," terang Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu (4/10/2023).


Hadi belum bisa memberikan keterangan lebih detail karena R masih diperiksa. Termasuk soal jenis senjata dan kronologi kejadian yang sebenarnya.

BACAJUGA



Diketahui, beredar video dan viral aksi koboy dilakukan seorang pria etnis keturunan berinisial R meletuskan senjata jenis pistol hingga membuat resah.

Peristiwa itu terjadi di gudang truk sekaligus bengkel Jalan Gereja, Dusun 9, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (3/10/2023).

Aksi R itu dilakukan ketika lokasi tempatnya bekerja itu sedang ramai warga.

[br]

Informasi menyebutkan, peristiwa penembakan itu dilakukan R (45), warga Jalan Gereja Dusun IX, Desa Sampali, Kabupaten Deliserdang.


Aksi R diawali dari 1 Mei 2023, R memberhentikan/memecat karyawan berinisial BS secara sepihak. Padahal, BS sudah 5 tahun bekerja di gudang milik R.

Selanjutnya, pada Senin 29 Mei 2023, BS memberitahukan kejadian pemecatan kepada pihak lembaga terkait untuk meminta pendampingan hukum ketenaga kerjaan dengan harapan agar mendapatkan pesangon.

Pihak terkait membuat surat ke R, tapi tidak ada tanggapan. Selanjutnya, membuat surat permohonan ke Disnaker Sumut, tapi juga tidak ditanggapi R.

Karena itu, Selasa (3/10/2023) lembaga swasta terkait mendatangi lokasi R di Jalan Gereja, Dusun IX Desa Sampali beserta sekira 10 orang dan terjadi mediasi, namun tidak menemukan kesepakatan.

Tidak berselang lama, R mengambil pistol dari dalam tas lalu menembakkan ke dinding dan atap secara berulang kali. Namun, tidak ditemukan adanya korban jiwa.


Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru