MATATELINGA, Toba: Bertambahnya jumlah penduduk yang terpapar virus Corona-19 di Kabupaten Toba, Dinas Pendidikan mengambil keputusan agar semua sekolah tidak melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah atau harus melakukan pembelajaran Daring. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona-19.
Melalui surat edaran yang diedarkan ke seluruh sekolah, hari ini selasa, (22/2/2022) dimulai pembelajaran Daring atau belajar melalui online. Seperti yang dilakukan salah satu sekolah swasta Lavania Kecamatan Silaen Kabupaten Toba.
Christina Silalahi S.Pdk (29) seorang guru sekolah dasar di Lavania School di Kecamatan Silaen pada Selasa, (22/2/2022) sedang terlihat melakukan pembelajaran Daring dari ruang kelas yang diikuti puluhan siswanya. Siswa yang mengikuti pelajaran tersebut bisa mengakses internet hingga usai mata pelajaran. Pembelajaran melalui online masih akan terus dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan oleh pemerintah kabupaten Toba.
Namun ada juga beberapa sekolah yang tidak bisa melakukan pemberlajaran Daring atau secara online karena keterbatasan jaringan internet dan tidak tersedianya jaringan internet yang memadai. Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Toba Drs. Rikardo Hutajulu, M.Pd telah mengetahui masalah tersebut dan mengharapkan para guru bisa mengambil solusi agar anak didik bisa belajar dimasa pandemic.
Pemerintah kabupaten toba juga telah mengeluarkan surat edaran pelarangan pengadaan pesta pernikahan yang dimungkinkan bisa menyebarkan virus corona-19. Semua dilakukan pemerintah agar penyebaran virus corona-19 tidak terjadi dan virus tersebut bisa ditanggulangi. (Mtc/Yin)