Jumat, 17 Juli 2026 WIB

Lembaga Perlindungan Anak Deli Serdang: Soroti BANKOM Arogan

- Jumat, 25 Juni 2021 06:21 WIB
Lembaga Perlindungan Anak Deli Serdang: Soroti BANKOM Arogan
Matatelinga.com
MATATELINGA, Medan- Lembaga Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deli Serdang, menyoroti kasus dugaan penodongan senjata mirip pistol oleh 6 orang yang merupakan anggota Bantuan Komunitas ( BANKOM ) yang ada di kota Medan terhadap warga sipil yang terjadi di Dusun I Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan, pada Selasa (22/6/2021) lalu.


Di mana salah satu korban yakni bocah berinisial VA (15) diduga mendapat trauma pascakejadian penodongan senjata yang dilakukan oleh sekelompok pria beratribut TNI dan BANKOM terhadap orangtuanya.

Tidak hanya itu, VA juga menjadi korban penganiayaan, di mana pelaku disebut meminta paksa rekaman hp bocah berusia 15 tahun itu.

Ketua LPA Deliserdang Junaidi Malik yang dihubungi awak media pada Kamis (24/6/2021) meminta agar kasus yang saat ini telah menjadi pembicara hangat warga net, segera dituntaskan.

BACA JUGA:2 Anggota Bankom (Bantuan Komunikasi) Yang Todongkan Senjata Pada Warga dan Anak Bawah Umur Ditangkap Resmob Polrestabes
"Kita berharap atensi dari pihak Kepolisian yaitu Polrestabes Medan dan Polsek Percut Seituan untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur.
Kiranya dapat dituntaskan agar anak-anak mendapatkan keadilan dan kejadian serupa yang menimpa anak-anak tidak terulang," ujarnya.

Dalam kasus ini, Junaidi menuturkan apa yang dilakukan oleh anggota BANKOM itu dapat menimbulkan trauma bagi si anak.

[br]Terlebih saat dalam video amatir yang tersebar, si anak terlihat menangis sejadi-jadinya dan ketakutan.

"Kita bisa melihat bagaimana anak itu ketakutan. Itu bukan sesuatu hal yang dianggap sepele. Bagaimana ia menyaksikan langsung kejadian penodongan dan korban sendiri mendapat perlakuan tidak baik. Saya rasa polisi harus bergerak cepat tuntaskan kasus ini," bebernya.

Masih dikatakan Junaidi, kekerasan terhadap anak yang merupakan generasi masa depan harus disikapi dengan serius oleh semua pihak.

"Harus diatensi. Kita juga berharap untuk ke depan agar kasus atau kejadian serupa tidak terulang kembali," bebernya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pascakejadian, polisi mendatangi rumah satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu dan anak setelah menjadi korban penganiayaan sekelompok pria yang membawa senjata mirip pistol.

[br]Kedatangan polisi ke rumah korban ini dipimpin oleh Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu.

Polisi datang untuk mengetahui duduk perkara keributan sekaligus memberikan rasa aman kepada korban.

"Kita sudah ke lokasi, sudah kita datangi orangtuanya," ujar Kapolsek kepada wartawan.

Ia mengatakan dari pemeriksaan terhadap keluarga korban diketahui kejadian ini bermula ketika ada salah seorang warga setempat yang kehilangan kardus dan besi.

"Jadi warga ini punya CCTV, karena sudah tau siapa pelaku (pencurian) mungkin dari menantunya masuk salah satu Bankom, kemudian mereka bersama rekannya mendatangi rumah pelapo dan menanyakan kehilangan barang ini, dan ingin membawa pencurinya ini sesuai dengan hasil CCTV," kata Jan Piter.

[br]Nah, ketika oknum Bankom ini sedang melakukan pencarian terhadap terduga pelaku pencurian, malah terjadi miskomunikasi dengan warga sekitar hingga berujung aksi kekerasan berupa penganiayaan dan pengancaman terhadap korban menggunakan senjata mirip pistol.

"Ya kemarin itu ada cekcok sehingga tarik menarik. Untuk senjatanya masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Namun dalam kasus ini, Kapolsek menyebutkan bahwa telah dilimpahkan ke Polrestabes Medan.

"Untuk penyelidikan lebih lanjut kasus ini dilimpahkan ke Polrestabes Medan. Ini sesuai perintah pimpinan," pungkasnya. (Suriyanto)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru