Aceh

Diskopukmdag Banda Aceh, Buka Pendaftaran Kembali Modal Untuk UKM

Administrator
Hand Over
MATATELINGA, Banda Aceh: Pendaftaran program bantuan modal Rp2,4 juta bagi pelaku usaha mikro tahap kedua di tengah pandemi COVID-19, dibuka kembali oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh.






Kepala Diskopukmdag Kota Banda Dinas, M Nurdin di Banda Aceh, Selasa, mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM akan menyalurkan Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


"Berdasarkan surat Menteri Koperasi dan UKM Nomor 491/SM/X/2020 tertanggal 6 Oktober 2020, akan kita salurkan kepada seluruh pelaku usaha mikro terdampak COVID-19," terangnya.


Ia menyebut, program BPUM itu diberikan kepada pelaku usaha yang memiliki kegiatan usaha mikro, seperti pedagang pasar, pedagang kaki lima, industri rumah tangga dengan omzet kurang 300 juta per tahun, memiliki aset kurang 50 juta, dan belum terakses perbankan.


Bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro di daerah berjuluk "Kota Serambi Mekkah yang berminat bisa mendaftarkan secara online (daring) di laman https://bit.ly/BPUMbnatahap2.


"Pendaftarannya bisa dilakukan langsung melalui telepon pintar atau komputer dengan persyaratan warga Banda Aceh dibuktikan memiliki NIK atau KTP elektronik, usaha dijalankan masuk kategori usaha mikro menyertakan foto usaha tersebut," terangnya.






"Lalu memiliki nomor rekening bank dengan saldo kurang dari Rp2 juta, tidak sedang mengakses kredit di perbankan, dan belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. Terpenting bukan PNS, anggota TNI/Polri, dan pegawai BUMN/BUMD," tegas Nurdin.


Ia mengatakan, pendaftaran kali ini akan ditutup secara otomatis oleh aplikasi atau laman tersebut sampai dengan akhir bulan November 2020, dan tidak dipungut biaya apapun.


"Setelah dilakukan pendaftaran online, datanya akan diusulkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh kepada menteri Koperasi dan UKM sebagai calon penerima bantuan modal kerja pelaku usaha mikro dari Kota Banda Aceh," tutur dia.


Sebelumnya pada pendaftaran tahap pertama pada Agustus tahun ini, lanjutnya, terdapat sekitar 5.000 pelaku usaha mikro mendaftar. Akan tetapi yang ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebagai penerima bantuan sebanyak 4.456 pelaku usaha.


Pihaknya juga mengimbau supaya pelaku usaha mikro yang mau mendaftar agar benar-benar teliti dalam memasukkan data ke laman pendaftaran, karena permohonan ditolak disebabkan akibat kesalahan dalam memasukkan data.


"Kesalahan data, seperti salah memasukkan NIK, tidak memasukkan nomor telepon pintar, usulan ganda atau mendaftar lebih dari satu kali. Bukan warga Banda Aceh, status pekerjaannya sebagai PNS/TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD, dan sudah mendapat bantuan dari pemerintah," sebutnya.

Editor
: Amrizal
Sumber
: Ant
Tag:Banda Acehberita terkiniDiskopukmdag Banda AcehTerkiniTravelokaUKMblibliiindexmemberi pelauang bagi UKM

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.