Rabu, 17 Desember 2025 WIB

DPRD Kota Medan Gelar Rapat Paripurna dalam Rangka Hari Jadi Kota Medan Ke-431

- Rabu, 30 Juni 2021 18:00 WIB
DPRD Kota Medan Gelar Rapat Paripurna dalam Rangka Hari Jadi Kota Medan Ke-431
MATATELINGA
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menggelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Hari Jadi Kota Medan Ke-431 di Aula Gedung DPRD Kota Medan, Rabu (30/06/2021).
MATATELINGA. Medan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menggelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Hari Jadi Kota Medan Ke-431 di Aula Gedung DPRD Kota Medan, Rabu (30/06/2021). Paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga, Rajuddin Sagala, dan Bahrumsyah serta para anggota DPRD Medan.
Kemudian, Wali Kota Medan Bobby Nasution, Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman, mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman dan organisasi perangkat daerah. Selain itu, mewakili Gubernur Sumut, Dandim 0201/BS, Kapolrestabes Medan, Kajari Medan, Danlanud, Danlantamal, dan tamu undangan.



Ketua DPRD Kota Medan Hasyim SE dalam pidatonya menyampaikan, peringatan hari jadi Kota Medan pada tahun ini dirayakan dalam suasana penuh kesederhanaan. Karena, pada saat ini masyarakat Kota Medan serta masyarakat di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia masih terus berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah banyak mengambil korban baik yang positif terjangkit virus maupun yang meninggal dunia.

Baca Juga:Walikota Medan : Perwal Segera Direvisi, Nggak Ada Batas Usia Bilal Mayit

"Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama hampir dua tahun ini, telah berdampak pada semua sendi kehidupan, baik kesehatan, perekonomian dan sosial. Untuk itu, tidak bosan-bosannya kami senantiasa menghimbau agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup sehat, hidup bersih dengan selalu menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak aman (physical distancing) sering mencuci tangan, tetap berada di rumah terkecuali harus melakukan urusan penting dan menghindari keramaian/kerumunan," ungkapnya.



Hasyim mengatakan, diimbau juga agar masyarakat meningkatkan kepedulian sosial, menjaga kebersihan dan bahu-membahu untuk membantu warga yang terdampak Covid-19. "Mari kita jadikan momentum peringatan hari jadi kota medan ini sebagai media introspeksi dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sembari berdoa agar kiranya wabah Covid-19 ini segera berakhir dan situasi kembali pulih," ujarnya sembari menyebutkan, DPRD Kota Medan mengapresiasi langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Wali Kota Medan, untuk percepatan pemenuhan target vaksinasi bagi penduduk Kota Medan dan semoga bisa tuntas sampai akhir tahun ini.


[br]


Lebih lanjut Hasyim mengatakan, sejarah lahirnya Kota Medan diawali dengan dibukanya sebuah kampung yang dinamai Medan Putri oleh Guru Patimpus pada tahun 1590.yang berlokasi di Tanah Deli. Pada awal perkembangannya, kampung kecil yang bernama Medan Putri tersebut berkembang pesat dikarenakan lokasi posisinya yang strategis karena terletak di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura, tidak jauh dari Jalan Putri Hijau sekarang ini. kedua sungai tersebut pada zaman dahulu merupakan jalur lalu lintas perdagangan yang cukup ramai, sehingga kampung Medan Putri yang merupakan cikal bakal Kota Medan, cepat berkembang menjadi pelabuhan transit yang sangat penting dan maju pesat.

"Seiring dengan perkembangan pembangunan yang cukup pesat, saat ini kota medan yang berpenduduk ± 2.524.341 jiwa (data sensus penduduk dari BPS tahun 2019) menghadapi berbagai permasalahan, di antaranya masalah sampah yang belum terselesaikan. Masalah ini akibat prilaku masyarakat yang kurang menyadari pentingnya hidup bersih dan sehat, serta masih adanya aparat Pemko Medan yang lambat menanganinya," jelas Hasyim.

Baca Juga:Pemprov Sumut Tunda Pembelajaran Tatap Muka



Kemudian, lanjut Hasyim, permasalahan banjir dan konektivitas transportasi publik, yang perlu diselesaikan secara kolaboratif dengan kepala daerah lain. Pemerintah Kota Medan dapat melakukan normalisasi sungai, membuat titik serapan, kolam retensi sebagai upaya mengurangi banjir. Selanjutnya, masalah penerangan lampu jalan yang belum maksimal, baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya yang dapat menyebabkan rawannya tindak kejahatan, kriminalitas dan perbuatan asusila.

Hasyim menuturkan, penataan kota diharapkan agar Pemko Medan segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mewujudkan Kota Medan yang bersih, hijau dan sehat untuk ditempati. termasuk fasilitas ruang untuk pendestrian atau pejalan kaki, dengan trotoar yang nyaman bagi masyarakat untuk berjalan kaki. Di sisi lain, tindak kejahatan dan kriminalitas terutama tindak kejahatan begal di jalanan, pencurian kendaraan bermotor, judi dan togel serta narkoba yang sangat meresahkan masyarakat.


[br]


"Saat ini yang paling utama dan sangat mempengaruhi peningkatan angka kriminalitas di kota medan adalah maraknya peredaran narkoba yang dapat berakibat rusaknya mental dan akal sehat masyarakat terutama pemuda. Karena itu, diharapkan aparat hukum bertindak dalam menangani penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba ini demi menyelamatkan generasi bangsa," harapnya.

Hasyim menambahkan, semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi segala upaya dan karya dalam pengabdian terhadap bangsa dan negara tercinta ini. "Bagi masyarakat Kota Medan khususnya, marilah kita sambut HUT Kota Medan ke-431 sebagai Medan Berkah Dalam Keberagaman Budaya dan Etnis," tandasnya.

Baca Juga:Gubernur Edy Rahmayadi Temui Kepala SMA/SMK se-Kepulauan Nias



Dalam kesempatan yang sama Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan, paripurna hari jadi Kota Medan kembali dilaksanakan secara terbatas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kondisi ini mengajarkan, bahwa dalam situasi sulit apapun Kota Medan harus tetap bergerak. "Peringatan hari jadi Kota Medan tahun ini bertemakan Medan Berkah Dalam Keberagaman Budaya dan Etnis. Medan adalah kota multi etnis, masyarakatnya terdiri dari beragam budaya yang berbeda-beda. Namun, hal itu sesungguhnya adalah kekayaan dan kekuatan dalam membangun Kota Medan. Untuk itu, keharmonisan yang selama ini sudah ada harus tetap kita jaga dan dibina," ungkapnya.

Bobby menyebutkan, Kota Medan juga memiliki keberagaman kuliner. Potensinya harus bisa dikelola dengan baik, sehingga menjadi daya tarik Kota Medan. Untuk mempertahankan dan menjaga keutuhan keberagaman kuliner tersebut, salah satu upaya yang dilakukan melalui program Medan The Kitchen of Asia yang telah dilaksanakan di kawasan Kesawan. Saat ini, pusat kuliner tersebut sedang dilakukan pembenahan untuk menjadi kawasan sebagai destinasi wisata kuliner di Kota Medan yang diharapkan mampu menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. "The Kitchen of Asia merupakan representatif Kota Medan dengan kekayaan kuliner. Ke depannya, diharapkan nama tersebut bisa menjadi brand Kota Medan. Selain itu, diharapkan pula dapat membangkitkan pendapatan Kota Medan di bidang kuliner," sebutnya.


[br]


Dia melanjutkan, berbagai pembangunan Kota Medan akan terus dilanjutkan yaitu di bidang kesehatan, infrastruktur dan lainnya. Mengenai percepatan penanganan Covid-19 di Kota Medan, terus dilakukan upaya antara lain dengan pencegahan penyebaran virus corona, percepatan vaksinasi dengan bekerja sama kepada instansi terkait seperti Kementerian BUMN, TNI, Polri, hingga pihak swasta. "Capaian vaksinasi untuk sasaran prioritas sudah mencapai 46,5 persen. Selain itu, dilakukan penyekatan di tiap-tiap wilayah perbatasan Kota Medan. Sedangkan ke arah tempat wisata, tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Di sisi lain, PPKM Berbasis Mikro terus ditingkatkan dan juga upaya tracing terhadap orang yang terpapar. Serta, meningkatkan pula bed occupancy rate pada tiap rumah sakit dan menyediakan ruang isolasi untuk pasien Covid-19," pungkasnya.

Launching Inovasi Sekretariat DPRD Kota Medan

Baca JUga:Elisabeth Melinda Apresiasi Polda Sumut Karena Laporannya Ditanggapi Kabid Propam

Pada paripurna hari jadi Kota Medan tersebut, sekaligus dilakukan launching Inovasi Sekretariat DPRD Kota Medan. Terkait itu, Bobby menuturkan, di Hari Ulang Tahun Kota Medan ke-431 ini, launching inovasi Sekretariat DPRD Kota Medan menjadi awal pelaksanaan inovasi sekaligus sebagai tindak lanjut dari kegiatan akselerasi pelayanan yang diinisiasi oleh Sekretariat DPRD Kota Medan. Lebih dari itu, inisiatif inovasi ini muncul didasarkan atas masukan dari stakeholder Sekretariat DPRD Kota Medan yaitu anggota DPRD Kota Medan. Artinya, masukan dan keluhan dari para anggota DPRD Kota Medan yang diperoleh melalui survei kepuasan pelayanan sekretariat ditindaklanjuti dan dirumuskan dalam sebuah program inovasi. Karena itu, kegiatan yang dilakukan tepat sasaran dan tepat target lantaran langsung dapat diketahui kebutuhan dari pengguna layanan.



"Apresiasi saya berikan kepada Sekretariat DPRD Kota Medan yang hari ini telah melaunching inovasi sebanyak 24 ide dan gagasan inovasi. Terlebih, inovasi tersebut tidak seluruhnya terkait dengan teknologi informasi. Terdapat juga inovasi yang terkait dengan tata kelola dan perubahan mindset pegawai. Lebih khusus, inovasi yang dijalankan juga menyasar ke seluruh lini, baik ASN sampai tenaga kebersihan," kata Bobby.


[br]


Ia berpesan, inovasi yang dijalankan ini agar dikembangkan dan diperbanyak. Inovasi yang sudah berjalan, bisa tetap dilanjutkan. Jangan sampai inovasi yang sudah digagas dan berhasil, berhenti di tengah jalan. "Terima kasih kami sampaikan kepada Lembaga Administrasi Negara atas pendampingan yang diberikan kepada Sekretariat DPRD Kota Medan. Ke depan, fasilitas inovasi kita harapkan dapat meluas ke seluruh OPD dengan program laboratorium inovasi yang digagas oleh Lembaga Administrasi Negara. Dengan begitu, seluruh OPD dapat menelurkan program inovasi sesuai dengan tugas dan fungsinya," harap Bobby.

Khusus untuk Sekretariat DPRD, Bobby juga mengharapkan, inovasi yang telah berjalan wajib untuk dapat dikelola dengan baik dan didokumentasikan. Apabila ada tamu yang berkunjung atau benchmark dari daerah lain, dapat dipresentasikan agar bisa dilakukan replikasi oleh daerah tersebut. Dokumentasi juga perlu untuk kebutuhan kompetisi inovasi. "Saya berharap Sekretariat DPRD Kota Medan bisa menargetkan untuk dapat mengikuti berbagai kompetisi inovasi, baik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi maupun Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri. Keikutsertaan Kota Medan di berbagai kompetisi inovasi ini selain untuk Sekretariat DPRD Kota Medan juga untuk seluruh OPD bahkan sampai level kelurahan.

Baca Juga:Sambut HUT Bhayangkara Ke 75 Polsek Perdagangan Gelar Penyemprota Desinfektan Massal

"Jaga terus semangat berinovasinya. Kami akan mendukung penuh inovasi dari Sekretariat DPRD Kota Medan, juga untuk seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan. Raperda tentang inovasi daerah telah kita usulkan dalam program pembentukan Perda Tahun 2021 ini. Hal itu juga sebagai bentuk komitmen Pemko Medan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, yang diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat dan peningkatan daya saing daerah," pungkasnya.

Sementara, Plt Sekretaris DPRD Kota Medan Erisda Hutasoit mengatakan, Inovasi Sekretariat DPRD Kota Medan berlandaskan sejumlah peraturan yaitu Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Kemudian, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah, Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 serta Perjanjian Kerjasama antara Sekretariat DPRD Kota Medan dengan Pusat Inovasi Manajemen Pengelolaan Kompetensi ASN Lembaga Administrasi Negara.




[br]


"Maksud dilaksanakan launching inovasi ini adalah sebagai sarana untuk membentuk komitmen Sekretariat DPRD Kota Medan dalam mengembangkan inovasi yang sudah digagas dan dirancang. Komitmen ini dituangkan dalam konsep kerja pelaksanaan inovasi, dengan tujuan untuk kemudahan stakeholder pimpinan dan anggota DPRD Kota Medan guna mengakses pelayanan fasilitas di kesekretariatan, meningkatkan kinerja pegawai serta dukungan kesekretariatan, rasa kepedulian cinta dan kepada organisasi" jelas Erisda.



Erisda menyebutkan, inovasi tersebut berproses selama satu tahun yang diawali dari survei kepuasan atas layanan Sekretariat DPRD Kota Medan tahun 2019. Survei kepuasan itu lalu dimanfaatkan untuk menganalisis permasalahan dan menjalin masukan dari para anggota DPRD Kota Medan guna perbaikan. Masukan yang diterima, sebagai ide dan gagasan untuk inovasi di masing-masing bagian. "Sekretariat DPRD Kota Medan telah menghasilkan 24 ide dan gagasan inovasi yang terbesar di seluruh unit kerja. Inovasi ini akan terus berkembang dan jumlah ini inovasi menjadi salah satu indikator kinerja utama," tandasnya. (Mtc/rel)

Editor
: Rizky
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru