Advertorial

"Pemprovsu Berkomitmen Lahirkan SDM Unggul Untuk Sumut Bermartabat"

James Pardede
Matatelinga.com
Edy Rahmayadi menemui ribuan santri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal (Madina)


Kemajuan teknologi dan informasi yang kita rasakan saat ini, jika tidak dimanfaatkan dengan benar akan berdampak negatif bagi penggunanya. Contoh nyata sudah banyak kita lihat di sekitar kita. Manusia sekarang cenderung lebih percaya berita bohong (hoax) dibandingkan dengan berita-berita positif yang lebih menyejukkan dan mendidik.

Batas antar negara saat ini sangat tipis, informasi tentang apa pun mudah diakses. Dengan sentuhan ujung jari telunjuk saja, informasi yang kita harapkan sangat cepat diperoleh. Arus globalisasi yang kita nikmati saat ini, meski membawa sejumlah manfaat, juga mendatangkan dampak negatif khususnya bagi anak-anak yang lahir dan tumbuh di era digital.

Apabila tidak ada upaya menyeluruh untuk mengenalkan anak didik kita pada budaya Indonesia yang kaya, jangan kaget jika di masa depan anak-anak muda kita lebih akrab dengan budaya negara lain seperti budaya dari Korea, India, dan budaya barat lainnya. Sebab, mereka belum mendapatkan proses serta pengalaman yang optimal mengenai budaya negaranya.




Negara yang sudah maju dan tak pernah melupakan budayanya sudah banyak, apakah kita akan mengikuti jejak mereka. Contoh terdekat saja adalah Jepang yang sampai hari ini tetap menjunjung tinggi kebudayaannya. Upaya pemerintah untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan harus kita sambut dengan tangan terbuka serta memberi kontribusi nyata.


Keaktifan sekolah dan guru menjadi kunci, mengingat Indonesia kini sedang giat menerapkan konsep pembelajaran dengan metode Student Centered Education (SCE) yaitu pendidikan berpusat pada anak (materi RNPK 2018 Mendikbud).

Pasca dilantik dan menetapkan Kabinet Indonesia Maju, Presiden Jokowi menjelaskan beberapa prioritas utama untuk 5 tahun ke depan, salah satunya adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) sehingga semua yang berkaitan dengan pembangunan manusia harus didorong agar dapat menimbulkan daya saing, selain itu ke depan penggunaan APBN juga harus dilakukan secara fokus dan terarah.



Menyahuti program pemerintah untuk fokus terhadap pembangunan SDM, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkomitmen melahirkan SDM unggul dalam mewujudkan Sumut Bermartabat. Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah setiap kali bertemu dengan peserta didik dan mahasiswa, yang saat ini lebih populer disebut "kaum millenial"; selalu memberikan motivasi dan semangat agar jangan menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk menempa diri menjadi lebih baik.

Pada saat Edy Rahmayadi mendatangi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Salak Pakpak Bharat dan SMK Negeri 1 Sitinjo Dairi misalnya, di sela kunjungan kerjanya ke daerah ini Gubsu menyampaikan pentingnya menanamkan budi pekerti kepada anak didik.

"Saya akan datang terus ke sekolah-sekolah karena ini adalah prioritas saya. Makanya saya suka datang ke sini," kata Edy Rahmayadi.



Perbaikan kualitas pendidikan, kata Gubsu khususnya mental dalam mendidik budi pekerti yang baik harus dilakukan sekarang juga. Meskipun diakuinya, bahwa hasilnya mungkin akan terlihat pada 20-30 tahun mendatang. Namun jika tidak dimulai, maka bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kehancuran di masa depan.

"Saat itu saya mungkin tak lagi hidup, saya tak lagi Gubernur waktu itu tiba. Tetapi kalau tidak kita erbaiki dari sekarang, tak akan ada kebaikan kita dapatkan nanti," tandasnya.

Untuk menanamkan budi pekerti kepada anak didik generasi muda, Gubsu menekankan pentingnya peran guru sebagai pengajar sekaligus contoh tauladan kepada siswa. Sehingga selain benar-benar mengajarkan kebaikan, juga hidup dalam kebaikan agar pantas menjadi panutan. Pesan kepada para guru, jangan ajari anak kita menipu.



Bagaimana caranya mengajari anak saat ini tentang nilai-nilai dan integritas, salah satu caranya adalah guru jangan menipu. Kalau mengajar, berilah pelajaran dengan benar, jadilah contoh yang baik bagi anak didik. Makanya ada pepatah mengatakan 'guru kencing berdiri, murid kencing berlari', karena di era serba teknologi seperti sekarag ini murid sangat mudah untuk mengakses berbagai hal terkait pelajaran yang diajarkan guru, kalau gurunya tak betul, maka muridnya akan protes.

Pentingnya budi pekerti kata Edy Rahmayadi, untuk mengantisipasi agar moral anak muda bisa terjaga dari pengaruh buruk dari luar. Sehingga kualitas guru harus benar terjaga.

"Karena kalau dia pintar tetapi jahat (tidak bermoral), itu yang bahaya," tegasnya.

Tak jauh beda dengan saat Edy Rahmayadi menemui ribuan santri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Mandailing Natal (Madina). Mereka sangat antusias menyambut kedatangan Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi September 2019. Dalam kunjungan kali ini,

Gubernur meresmikan bantuan sumur bor untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), serta meninjau asrama santriwati di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru sekaligus bersilaturahmi dengan pimpinan pesantren, para guru dan ribuan santri yang hadir.

Di hadapan para santri, Edy Rahmayadi berpesan agar para santri menjaga kebersihan lingkungan asramanya. Tempat belajar tidak boleh kotor. Karena, lingkungan yang kotor dapat mengakibatkan para santri jadi sakit.


"Bersih, bukan hanya bersih orangnya, melainkan lingkungannya juga, kebersihan juga bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain," pesan Gubernur.

Mudir Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru H Mustafa Bakri Nasution mengucapkan selamat datang kepada Gubernur dan rombongan. Kehadiran Gubernur dan rombongan menjadi motivasi bagi para santri untuk lebih serius dan bersungguh-sungguh menuntut ilmu di pesantren.


[adx]







Bangun Sekolah Secara Bertahap

Untuk mewujudkan cita-cita membangun Sumut Bermartabat, terutama dalam melahirkan SDM berkualias, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan membangun 28 unit sekolah baru, yang terdiri atas 11 unit SMA dan 17 unit SMK. Rencananya sekolah tersebut akan dibangun secara bertahap mulai tahun 2019 2023.

Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menyampaikan hal itu dalam rapat tentang Program Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut di Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (5/8/2019) lalu.

Saat ini, jumlah SMA/SMK di Provinsi Sumatera Utara sebanyak 2.038 sekolah, yang berada di 434 kecamatan. Tetapi masih ada 28 kecamatan yang belum mempunyai SMA maupun SMK. Rencananya akan dibangun secara bertahap dari tahun 2019 sampai 2023, yang terdiri dari 11 unit sekolah baru SMA dan 17 unit sekolah baru SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis menyampaikan, tidak hanya membangun sekolah, Dinas Pendidikan Sumut juga akan melakukan pelayanan pendidikan berbasis elektronik. Seperti Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online untuk jenjang SMAN dan SMKN, dan yang membanggakan yang pertama melakukannya di Indonesia.



Selain itu, juga telah dilaksanakan program Elektronik-Rencana Kerja Anggaran Sekolah (E-RKAS) BOS Online, E-Kepsek (Penerimaan Kepala Sekolah Berbasis Elektronik) dan E-Rapor yaitu laporan hasil belajar peserta didik atau rapor berbasis elektronik.

Wagub Sumut Musa Rajekshah mengimbau agar semua program kerja yang dibuat harus realistis dan harus sesuai dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. "Saya tidak mau ada pemborosan anggaran, dan Saya tidak mau program kerja yang tidak sesuai dengan visi misi," tandas Wagub MusaRajekshah.

Di kesempatan lain, Pemprovsu juga sangat mendukung siswa berprestasi yang akan mewakili Sumut dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), seperti Afiza Hisqia Lubis, murid kelas 5 SD Yayasan Pendidikan Great Prime School, Kota Binjai, Afiza telah memenangkan FLS2N tingkat Provinsi Sumut, dan selanjutnya akan diberangkatkan mewakili Sumut untuk tingkat nasional. Hal tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

"Generasi muda yang berprestasi harus didukung agar nantinya bisa berkontribusi bagi kemajuan Sumatera Utara," tandas Wagubsu.


[adx]





Tdak Sekadar Sekolah

Sebelumnya, Afiza berhasil meraih juara pada FLS2N tingkat provinsi. Lomba tersebut diadakan di Berastagi, Karo, pada 26-28 Agustus lalu. Saat itu Afiza mewakili Kota Binjai.

Kepala Sekolah Great Prime School Angela YL Tobing berterima kasih atas dukungan Pemprov Sumut kepada murid sekolahnya.

"Kami bersyukur Pemprov mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan, kita berharap Pemprov terus mendukung dan memperhatikan pendidikan kita di masa yang akan datang," ujar Angela.

Pemprovsu sangat serius dan berkomitmen dalam meningkatkan SDM berkualitas di Sumatera Utara, salah satu upayanya adalah memberikan kesempatan kepada para guru berprestasi untuk meningkatkan pendidikannya, termasuk juga mengirim guru/dosen ke Rusia untuk bersekolah. Hal ini sebagai tindaklanjut kerja sama antara Pemprovsu dan Rusia dalam bidang pendidikan.



Gubsu mengatakan, dunia pendidikan menjadi sektor yang begitu penting dalam rangka membangun Sumut ke depan. Sebab peningkatan kualitasnya akan menjadi pintu kemajuan sebuah daerah bahkan Negara.

"Saya tak perlu jelaskan pentingnya ilmu. Saya sangat tertarik dengan pendidikan. Karena harusnya pendidikan itu menambah ilmu, menjadi pintar, dan memiliki budi pekerti. Jadi saya mau anak-anak kita tidak sekadar sekolah," ujar Gubsu.

Program pemagangan yang dilaksanakan baru-baru ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Sumut. Serta meningkatkan kuantitas sumber daya manusia (SDM) yang cakap dan unggul, yang bisa diterima dalam pasar kerja.

Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumut Nouval Mahyar, menyampaikan bahwa pemagangan ini merupakan salah satu strategi pemerintah bersama banyak pihak termasuk perusahaan, untuk mengurangi jumlah pengangguran.

Dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara, tidak luput dari masalah ketenagakerjaan. Berdasarkan data BPS Tahun 2018, dari 7.227.000 jumlah angkatan kerja Sumut, ada 403.000 orang yang masih mengganggur. Untuk itu, diperlukan tindakan proaktif dan strategi yang tepat untuk mengurangi jumlah tersebut. (matatelinga/jppardede)

Penulis
: Mtc/James
Editor
: James P Pardede
Tag:edy rahmayadiMusa rajekshahPemprovsupendidikanTerkini

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.