Opini

Manajemen Motivasi untuk Membentuk Generasi Pembelajar Mandiri

James Pardede
Matatelinga/Istimewa
Kegiatan Belajar Mengajar
DUNIA pendidikan pada saat ini tidak mampu mengikuti kecepatan pertumbuhan teknologi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja di era teknologi digital. Kecepatan pertumbuhan teknologi saat ini membuat ilmu yang dipelajari di bangku sekolah sudah menjadi tidak relevan ketika peserta didik memasuki lapangan kerja dan berbagai kemampuan yang sebelumnya dapat digunakan sebagai nilai tambah kini menjadi sesuatu hal yang lumrah. Kebutuhan tenaga kerja di masa depan juga akan terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi otomasi yang membuat nilai tawar tenaga kerja tak terdidik dan terlatih terus turun karena digantikan oleh mesin dan robot.


Tommy Messias, ST
(Guru PrimeOne School)



Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan riset ditambah dengan mudahnya perpindahan informasi dan ilmu pengetahuan mengakibatkan semakin banyak materi yang harus dipelajari oleh seorang peserta didik. Seorang mahasiswa kedokteran yang kuliah sekarang harus mempelajari materi dengan jumlah lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa kedokteran yang kuliah pada tahun 1980 karena perkembangan ilmu kedokteran pada selang waktu 40 tahun tersebut. Kini, waktu yang tersedia di bangku sekolah dan bangku kuliah tidak akan cukup untuk mempelajari seluruh materi yang tersedia.

Dunia kerja dan lapangan kerja yang tersedia juga menunjukkan perubahan yang sangat cepat. Berbagai jenis pekerjaan pelan-pelan digantikan oleh mesin dan robot. Riset yang dilakukan oleh McKinsey (salah satu perusahaan konsultan terbesar di dunia) memprediksi bahwa jumlah lapangan kerja yang merupakan tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih akan turun hingga 15% sedangkan pertumbuhan lapangan pekerjaan akan berada di sektor yang menuntut penguasaan teknologi tinggi dan kemampuan sosial.





Penyusunan kurikulum pendidikan hendaknya memperhitungkan kedua hal tersebut: materi pembelajaran yang terlalu banyak dan tuntutan dunia kerja yang menuntut penguasaan teknologi dan kemampuan sosial tinggi. Untuk memenuhi kedua hal tersebut orientasi pembentukan kurikulum harus diubah dari penekanan pada materi ajar menjadi pembentukan karakter pembelajar mandiri.

Pembelajaran terjadi ketika seseorang memiliki pertanyaan (baik itu berasal dari dirinya maupun orang lain) dan dia dengan aktif mencari jawabannya. Bila seseorang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, maka orang tersebut akan terus menghasilkan pertanyaan meskipun dia telah tidak lagi bersekolah.

Orang tersebut akan terus mencari ilmu pengetahuan meskipun dia telah memasuki dunia kerja dan pengembangan diri beserta pola pikirnya tidak akan berhenti seusai dia menyelesaikan pendidikan formalnya. Karakter manusia seperti itulah yang akan unggul dalam menghadapi kompetisi baik di masa lalu maupun masa depan.

Lalu apakah yang harus dilakukan agar sistem pendidikan Indonesia mampu membentuk karakter peserta didik menjadi pembelajar mandiri?


Manajemen motivasi.

Dalam buku The Role of Motivational Beliefs and Classroom Contextual Factors in the Process of Conceptual Change(Pintrich et al., 1993), diidentifikasi bahwa motivasi siswa untuk belajar dipengaruhi oleh dua komponen yaitu: kepercayaan diri bahwa dirinya mampu mengerjakan tugas yang diberikan dan kesesuaian tugas yang diberikan dengan nilai-nilai yang dipercaya. Untuk membangun karakter pembelajar mandiri, siswa harus dimotivasi untuk tetap memiliki rasa ingin tahu sembari diberikan pengajaran berbasis pemahaman sebab-akibat dan dialog sebagai fondasi nilai dasar individu.

Keluarga, bukan kurikulum pendidikan, merupakan hal pertama dan terutama yang perlu dibenahi untuk membangun manusia pembelajar mandiri. Guru pertama seorang anak adalah kedua orang tuanya sehingga sangatlah penting bagi orang tua untuk mengetahui kebutuhan anak dan cara memenuhinya (baik jasmani maupun rohani). Oleh sebab itu sangatlah penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua terhadap kebutuhan pendidikan anak untuk dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia.






Keluarga memegang peranan sangat penting dalam penanaman nilai-nilai yang dipercaya anak. Anak dengan mudahnya akan meniru nilai-nilai yang disaksikan sendiri di dalam rumahnya dan nilai-nilai ini akan semakin sulit untuk diubah seiring dengan bertambahnya usia anak.

Pada tahap ini orang tua harus menjaga rasa ingin tahu anak dengan tidak memberikan respons negatif ketika anak menanyakan sesuatu. Jika anak telah memiliki rasa takut untuk bertanya dan mencari tahu maka akan sangatlah sulit untuk membentuk pembelajar mandiri. Orang tua juga perlu menanamkan pola pikir sebab-akibat agar anak menyadari bahwa banyak sekali hal di dunia ini bekerja dengan prinsip demikian dan pola pikir pemecahan masalah sudah terbentuk sejak usia dini.

Saran yang saya usulkan untuk meningkatkan kualitas dan peran serta orang tua dalam pendidikan anaknya adalah dengan mengadakan pelatihan atau menyediakan materi pembelajaran bagi orang tua yang dapat diakses dengan mudah pada suatu situs atau media. Materi pembelajaran tersebut tentu harus disusun oleh ahli yang profesional dalam psikologi pendidikan anak usia dini sehingga best practice dari ahli tersebut dapat diimplementasikan oleh banyak orang tua di Indonesia. Pemerintah dapat menciptakan dan mendukung program ini melalui promosi di berbagai media dan kegiatan-kegiatan penyuluhan hingga di tingkat RT/RW.

Pendidikan Indonesia melalui kurikulum 2013 telah melangkah di arah yang tepat untuk membentuk manusia Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Pendidikan yang berbasis pembelajaran aktif dan kontekstual merupakan kunci penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Langkah menghilangkan Ujian Nasional (UN) dan menggantikannya dengan asesmen kompetensi juga merupakan langkah yang tepat. Semua langkah-langkah tersebut perlu diikuti dengan satu langkah berikutnya: mengurangi materi ajar.

Materi ajar yang harus dipelajari oleh peserta didik terus bertambah dan tidak ada tanda-tanda ilmu pengetahuan akan berhenti berkembang. Banyaknya materi yang perlu dipelajari memperbesar kemungkinan adanya materi yang tidak dimengerti oleh peserta didik dan menurunkan rasa percaya diri peserta didik akan kemampuanya dalam mengerjakan tugas pada materi tersebut. Rasa percaya diri yang rendah ini akan mengurangi rasa motivasi belajar peserta didik dan peserta didik akan berhenti tertarik untuk mempelajari hal-hal baru.
Sebaliknya, jika materi ajar semakin sedikit, peserta didik dapat menggunakan lebih banyak waktunya untuk mempelajari materi tersebut dan guru dapat memberikan bantuan dan arahan yang lebih baik agar siswa dapat memahami materi tersebut.






Berbagai penelitian psikologi telah membuktikan bahwa orang yang mendapatkan respons positif akan menunjukkan peningkatan performa yang lebih baik dibandingkan orang yang mendapatkan respons negatif. Hal ini terjadi karena respons positif akan meningkatkan rasa motivasi diri untuk belajar menjadi lebih baik dalam tugas yang diberikan. Disinilah tugas guru yang sesungguhnya: buatlah kelas dan peserta didik Anda menjadi bahagia.

Bahagia berarti ruangan kelas yang hidup dimana peserta didik dapat menanyakan pertanyaan yang dia miliki tanpa harus takut dimarahi atau dianggap bodoh dengan bertanya.

Bahagia berarti peserta didik dapat mengeksplorasi rasa ingin tahunya sesuai dengan kemampuannya.

Bahagia berarti peserta didik dapat belajar dengan berdiskusi dan berkolaborasi dengan sesama peserta didik lainnya.

Bahagia berarti peserta didik dilibatkan dalam menggunakan ilmu yang mereka miliki untuk memecahkan permasalahan-permasalahan dalam dunia nyata di dalam kelas.

Apabila semua hal di atas dapat dilakukan, tentu kualitas pendidikan Indonesia akan meningkat. Namun, perlu diperhatikan bahwa pendidikan itu ibarat menanam pohon. Dibutuhkan waktu lama sebelum hasilnya dapat dipetik. Semoga kita semua selaku pemangku kepentingan pendidikan nasional dapat bersabar dan percaya bahwa langkah yang kita lakukan hari ini baru akan berbuiah puluhan tahun yang akan datang.

Penulis
: Tommy Messias
Editor
: James P Pardede
Tag:MotivasiTommy Mesias

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.