Nasional

Terkait Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa, KPK Buka Peluang Jerat Tersangka Baru

rizky
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Terkait kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mengembangkan kasus tersebut. KPK membuka peluang menjerat tersangka baru dalam kasus tersebut setelah adanya bukti permulaan yang cukup.



Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penerimaan calon mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Keempat tersangka tersebut yakni, Rektor nonaktif Unila, Karomani (KRM).


Kemudian, Wakil Rektor (Warek) 1 Bidang Akademik Unila, Heryandi (HY); Ketua Senat Unila, M Basri (MB); serta pihak swasta, Andi Desfiandi (AD). Karomani, Heryandi, dan Basri, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Andi Desfiandi, tersangka pemberi suap.


Baca Juga:Edy Rahmayadi Sebut Sikap Berani, Jujur, Benar, Tulus dan Ikhlas Harus Ditanamkan

Dalam perkara ini, Karomani diduga mematok atau memasang tarif Rp100 juta hingga Rp350 juta bagi para orang tua yang menginginkan anaknya masuk di Unila. Karomani diduga telah berhasil mengumpulkan Rp5 miliar dari tarif yang ditentukan tersebut.


Adapun, uang dugaan suap itu diterima Karomani melalui sejumlah pihak perantara, di antaranya, Heryandi dan M Basri. Salah satu pihak swasta yang menyuap Karomani yakni, Andi Desfiandi.



"Bila ada fakta hukum baru keterlibatan pihak lain tentu KPK tak segan tetapkan pula sebagai tersangka dalam perkara tersebut," kata Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, seperti dikutip dari Okezone, Senin (14/11/2022).


Belakangan, KPK memang kerap memeriksa saksi dari sejumlah pejabat perguruan tinggi negeri, mulai dari dosen hingga rektor. Dari pemeriksaan para saksi tersebut, KPK mendalami soal penerimaan calon mahasiswa baru.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:KPKMatatelingaTerkinibuka peluangjerat tersangka barupenerimaan calon mahasiswa barutersangka baru

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.