Nasional

Penyebar Berita Hoax Danramil dan Kasdim 0817 Gresik Meninggal Habis Suntik Vaksin

Administrator
Mtc/Ist
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, SH, MH memimpin konfrensi Pers, kasus penyebar berita Hoax
MATATELINGA, Surabaya: Sat Reskrim Polres Gresik mengungkap kasus tindak pidana penyebaran berita bohong (Hoax) dengan meninggalnya Danramil dan Kasdim 0817 Gresik setelah Disuntik Vaksin.





Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo, SH, MH memimpin konfrensi PersRabu (20/1/2021) mengatakan, pengungkapan kasus tindak pidana penyebaran Berita Bohong (Hoax) meninggalnya Danramil dan Kasdim 0817 Gresik Setelah Disuntik Vaksin.


Sehingga tim bertindak dan mengungkap kasus ini terdiri dari Sat Reskrim Polres Gresik dengan Di Backup oleh Subdit Cyber Dit Reskrimsus Polda Jatim dan pelaku melakukan tindakannya dengan maksud untuk mepengaruhi masyarakat agar tidak mau divaksin.


Kita ketahui bersama bahwa sebelumnya di beberapa media telah beredar berita Hoax Komandan Koramil 0817 Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi setelah di Vaksin Sinovak.


Setelah dilakukan penyelidikan oleh tim, kita berhasil mengungkap pelaku penyebaran berita hoax meninggalnya komandan Koramil 0817 Gresik Mayor Infantri Sugeng Riyadi setelah di vaksin Sinovak.


Terduga pelaku bersinisial TS (44) warga Griyo Asri taman sidoarjo yang saat ini sedang menjalani hukuman sebagai narapidana kasus pembunuhan di Lapas Porong Sidoarjo.


Setelah mendapatkan foto pemakaman meninggalnya seorang anggota koramil dari wa kakaknya, kemudian foto tersebut di copas dan ditambah narasi "innalillahi wainna ilaihi rojiun, vaksin pertama, kasdim 0817 gresik, mayor sugeng riadi, tadi malam danramil kebomas gresik meninggal akibat siang disuntik vaksin…pagi proses pemakaman… hati2 bahaya vaksin ini nyata “ selanjutnya di share ke group wa “ Indahnya Islam ", sebutnya.






Tambah Slamet, sedangkan pelaku Tri Setyo yang diduga pelaku penyebaran berita bohong (Hoax) terkait meninggalnya Danramil Kebomas Mamor Kaf Gatot Supriyono setelah disuntik Vaksin 19 di Poskes Kodim gresik.


Pelaku dapat dijerat hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat 1 Undang-undang RI No.19 th 2016 tentang perubahan atas Undang-undang No.11 Th 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Jo pasal 28 Ayat 1 Undang-undang RI No.11 th 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik, Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda Rp. 1 milyar.


Dalam paparan tersebut, hadir dalam kegiatan ini juga Kabid Humas Polda Jatim, Wadir Reskrimsus Polda Jatim dan Kapolres Gresik.

Penulis
: Mtc
Editor
: Amrizal
Tag:polda surabayablibliIndexmatatelinga.commatatelinga compenyebar hoaxsuntik vaksinTerkiniTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.