Nasional

KPK Cecar Mantan Plt Dirut Sarana Jaya

rizky
GOOGLE
Komisi Pemberantasan Korupsi
MATATELINGA. Jakarta - Diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, berinisiap "IS" pada Senin 26 Juli 2021.



KPK menemukan dugaan perbuatan melawan hukum berkaitan dengan pengadaan tanah di Munjul tersebut. Adapun, perbuatan melawan hukum tersebut meliputi, tidak adanya kajian kelayakan terhadap objek tanah; tidak dilakukannya kajian appraisal dan tanpa didukung kelengkapan persyaratan sesuai dengan peraturan terkait.


Kemudian, beberapa proses dan tahapan pengadaan tanah juga diduga kuat dilakukan tidak sesuai SOP serta adanya dokumen yang disusun secara backdate: serta adanya kesepakatan harga awal antara pihak Anja Runtunewe dan Periksa PT Sarana Jaya sebelum proses negosiasi dilakukan. Perbuatan itu kemudian diduga mengakibatkan kerugian negara sekira Rp152,5 miliar.


Baca Juga:DPRD dan Pemko Medan Lanjutkan Pembahasan Ranperda Tentang Penetapan Zonasi PKL

Setelah dilakukan pengembangan, KPK kembali menetapkan satu tersangka lainnya dalam perkara ini. Satu tersangka lainnya itu yakni, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM), "RHI". "RHI" ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan bukti permulaan yang cukup.


"RHI"dicecar oleh penyidik ihwal aliran uang korupsi pengadaan tanah di daerah Munjul, Jakarta Timur. Aliran uang panas pengadaan tanah di Munjul tersebut juga ditelusuri penyidik lewat dua saksi dari pegawai Perumda Pembangunan Sarana Jaya lainnya yakni, "YR" dan "RT".



"Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya, antara lain terkait dugaan adanya pembahasan anggaran dan adanya aliran sejumlah uang pada pihak-pihak tertentu terkait pengadaan pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (27/07/2021).


Sekadar informasi, KPK telah menetapkan tiga orang dan satu korporasi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengadaan lahan di Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur. Adapun, tiga orang tersangka itu yakni, mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya, "YRC".



Kemudian, Direktur PT Adonara Propertindo, "TA", dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, "AR". Sedangkan satu korporasi yang juga ditetapkan tersangka dalam perkara ini yaitu, PT "AP".


Dalam perkara ini, "YP" disebut melakukan kesepakatan dengan "AR" berkaitan dengan pembelian lahan di daerah Munjul, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur, pada 8 April 2019. "YRC"disebut sebagai pihak pembeli. Sedangkan "AR"merupakan pihak penjual tanah.


Setelah dilakukan kesepakatan, terjadi pembayaran awal sebesar 50 persen atau sejumlah Rp108,9 miliar ke rekening bank milik "AR"pada Bank DKI. Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah "YRC", dilakukan pembayaran oleh Perumda Pembangunan Sarana Jaya kepada "AR"sebesar Rp43,5 miliar (Mtc/Okz)

Penulis
: Mtc/Okz
Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone
Tag:KPKMantan Plt Dirut Sarana JayaMatatelingaPlt Dirut Sarana JayaTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.