Nasional

Firli Bahuri : Sebanyak 313 Anggota Dewan dan 161 Kepala Daerah Terjerat Korupsi!

rizky
Hand over
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri
MATATELINGA, Jakarta : Lembaga antirasuah sudah menangani 1.444 kasus sejak 2004 hingga Agustus 2022 hal tersebut langsung diungkapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Dari ribuan kasus tersebut, 161 kasus melibatkan kepala daerah dan 313 perkara menjerat para anggota dewan.



Dalam kesempatan itu, Firli juga menyoroti masih banyaknya kasus korupsi terkait perencanaan dan penganggaran APBD yang melibatkan kepala daerah hingga anggota DPRD. Firli mengingatkan agar kepala daerah dan DPRD menjadi garda terdepan dalam mewujudkan tujuan bernegara.


"Fakta yang terjadi hari ini, ada Ketua beserta Ketua-Ketua Fraksinya menyetujui APBD setelah ada uang ketok palu atau suap setelah ada deal berapa persen kebagian dari APBD itu. Itu baru tahap perencanaan dan penganggaran. Belum lagi nanti tahap diskusi, pengadaan/pelaksanaan hingga pelaporan/evaluasi," ungkap Firli.


Baca Juga:Tim Pidsus Kejati Sumut Limpahkan Berkas Perkara 3 Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Sicanang

Mantan Deputi Penindakan KPK tersebut menekankan, ia sebenarnya tidak alergi dengan munculnya pokok pikirian (pokir) dari para anggota dewan. Hanya saja ia mengingatkan agar pokir-pokir tersebut dapat mengimplementasikan tujuh indikator pembangunan dan tujuan nasional.


"Untuk kepala daerah jangan coba-coba memberi atau menerima pemberian ilegal seperti suap, gratifikasi dan pemerasan. Jika ada pihak yang mengetahui untuk segera melaporkan ke KPK," tandasnya.



Demikian disampaikan Firli saat Rapat Koordinasi (Rakor) pemberantasan korupsi di wilayah Jawa Timur (Jatim), pada Kamis, 15 September 2022. Turut hadir seluruh kepala daerah dan Ketua DPRD se-provinsi Jawa Timur hingga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam rakor tersebut.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:Firli BahuriKPKKomisi Pemberantasan KorupsiMatatelingaTerkinianggota dewankasuskepala daerahmelibatkan

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.