Nasional

Biadab! Ayah Kandung Tega Lakukan Cem Ceman Sama Putri Kandungnya Sendiri

rizky
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Sumba Timur " Diduga memperkosa seorang anak perempuan berinisial Bunga yang tidak lain merupakan putri kandungnya. Perbuatan keji itu dilakukan saat sang ibu sedang mengadu nasib sebagai TKW sejak 2006. Atas perbuatannya aparat Polsek Lewa menangkap Yp (45) yang tidak lain adalah ayah kandungnya.



Sebelumnya, Mikel Presty Carlo Moata, pekerja sosial Kemensos Wilayah Kabupaten Sumba Timur usai mendampiingi dan mengunjuni korban menyatakan rasa prihatinnya. Tak hanya itu, dari pengakuan korban, ditemukan fakta bahwa korban telah diperlakukan tidak senonoh oleh ayahnya sejak awal Mei 2021 silam.


“Kasihan sekali anaknya, baru berusia 16 tahun dan disetubhi paksa ayahnya sejak Mei lalu dan terakhir kata korban pada 8 Oktober lalu,” jelasnya.


Baca Juga:Kuasa Hukum Minta Hakim Harus Jeli Memutus Perkara Prapid yang Diajukan Sujono

Terungkapnya peristiwa pilu itu bermula dari pantauan guru BK terhadap perubahan perilaku korban. Awal didekati si anak nampak sangat tertutup dan enggan untuk mengutarakan kisah kelamnya.


Namun sekolah kemudian coba berkoordinasi dengan seorang pendeta di sekitar lingkungan sekolah dan tempat tinggal korban. Perlahan korban didekati dan akhirnya mulai terbuka tentang kisah mirisnya.



“Miris sekali lihat kondisi rumah mereka, hanya miliki satu kamar saja, dan tempat tidurnya dari balai-balai saja. Yang bagian atas ayah dan adik lelakinya tidur dan korban di bagian bawahnya,” pungkasnya. Seperti dikutip dari okezone, Jum'at (22/10/2021).


Hingga kini korban masih trauma yang mendalam dan sedang berada di rumah aman dan ramah anak Lembaga perlindungan anak (LPA) di Dinas Sosial Sumba Timur.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:Ayah Kandung Tega Lakukan Cem Ceman Sama Putri Kandungnya SendiriMatatelingaPemerkosaanTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.