Nasional

Maria Pauline Lumowa DPO Penegak Hukum Selama 17 Tahun

Administrator
Hand Over
Menteri Yasonna bersama Maria Lamowa
MATATELINGA, Jakarta: Maria Pauline Lumowa masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan aparat penegak hukum Indonesia. Maria Lumowa dikabarkan terbang ke Singapura pada September 2003 atau sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.



Maria Lumowa disebut-sebut sering bolak-balik Singapura-Belanda. Ia juga dikabarkan pernah tercatat menjadi warga negara Belanda. Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014. Sebab, Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.


Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda juatru memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.


Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019. Maria Lumowa ditangkap berdasarkan surat red notice Interpol.


Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly, turun langsung menjemput Maria Pauline Lumowa ke Serbia. Yasonna dan delegasi Indonesia sudah mulai bertandang ke Beograd, Serbia, sejak, Sabtu, 4 Juli 2020.


Awalnya, Yasonna dan delegasi Indonesia ke Serbia untuk memperkuat kerjasama bilateral di bidang hukum dan hak asasi manusia. Belakangan, ada tujuan lain dari keberangkatan Yasonna dan delegasi Indonesia ke Serbia. Mereka datang ke Serbia salah satunya untuk menjemput Maria Lumowa.


"Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham," kata Yasonna melalui keterangan resminya, Kamis (9/7/2020).



"Selain itu, keseriusan pemerintah juga ditunjukkan dengan permintaan percepatan proses ekstradisi terhadap Maria Pauline Lumowa. Di sisi lain, Pemerintah Serbia juga mendukung penuh permintaan Indonesia berkat hubungan baik yang selama ini dijalin kedua negara. 


Dengan selesainya proses ekstradisi ini, berarti berakhir pula perjalanan panjang 17 tahun upaya pengejaran terhadap buronan bernama Maria Pauline Lumowa. Ekstradisi ini sekaligus menunjukkan komitmen kehadiran negara dalam upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang melakukan tindak pidana di wilayah Indonesia," ucap Yasonna.


Penulis
: Mtc
Editor
: Amrizal
Sumber
: Okz

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.