Senin, 12 Oktober 2026 WIB

Mana Terlatih, TNI-Polri atau KKB di Papua....?

Redaksi - Sabtu, 03 Oktober 2026 08:15 WIB
Mana Terlatih, TNI-Polri atau KKB di Papua....?
Hand Over
KKB

MATATELINGA, Jakarta:Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin brutal dengan melakukan kekerasan sampai sampai pembunuhan terhadap tiga orang aparatur sipil Negara (ASN).

Adapun korban penembakan tiga orang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketiganya adalah Wili Mbuik (26), Aprida Rapi (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35).

Baca Juga:
Dengan peristiwa tersebut, tim gabungan TNI-Polri terus melakukan penegakan hukum dengan memutus jaringan senjata dan amunisi.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 belum lama ini menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam kepemilikan dan peredaran amunisi ilegal di Mimika, Papua Tengah. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita puluhan butir amunisi berbagai jenis sebagai barang bukti yang diduga untuk dipakai oleh KKB..

Baca Juga:
Sementara itu, Direktur Eksekutif Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) Noor Azhari menilai upaya mewujudkan perdamaian di Papua membutuhkan pendekatan yang menyatukan aspek keamanan dan pembangunan.

Menurut Noor, keamanan diperlukan untuk melindungi masyarakat dan memastikan hukum berjalan, sementara pembangunan menjadi instrumen penting untuk menghadirkan pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap negara.

"Damai Papua hanya mungkin jika keamanan, pelayanan publik, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap masyarakat lokal berjalan bersama," kata Noor dalam Diskusi Publik bertajuk "Mengapa Eskalasi Konflik Papua Selalu Memanas?" yang diselenggarakan Yayasan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Jakarta Timur, Jumat (2/10/2026), dikutip Okezone.

Noor mengatakan, persoalan Papua tidak cukup dibaca hanya sebagai gangguan keamanan. Konflik yang berlangsung juga berkaitan dengan perlindungan warga sipil, keberlangsungan layanan dasar, kepercayaan masyarakat, serta masa depan pembangunan di wilayah Papua.

Baca Juga:

"Berdasarkan riset MPSI 2026, tercatat lebih dari 240 kejadian kekerasan sepanjang 2019 hingga September 2026 di sejumlah wilayah Papua. MPSI mengidentifikasi sejumlah pola kekerasan, antara lain intimidasi, pengungsian, kekerasan fisik, gangguan terhadap layanan dasar, dan disinformasi,"jelasnya.

Baca Juga:

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Panglima TNI Kunjungi Kompetisi Primarox 2026 Piala Panglima TNI di BSD
Kejar Kelompok Egianus Kogoya, Baku Tembak TNI dengan KKB di Hutan
Pemprov Sumut Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Tren Pengasuhan Generasi Z
Para Pekerja PT SHJ di Serang KKB, Lima Dikabarkan Meninggal
Wagub Sumut Apresiasi Dedikasi Kepala Perwakilan BKKBN Selama Bertugas di Sumut
Dua Anggota Marinir Gugur dan Tujuh Kritis, Baku Tembak Hebat TNI dan KKB
 
Komentar
 
Berita Terbaru