Di Tapteng Wapres Gibran Tinjau Gereja GKPI Hutanabolon: Pemerintah Siap Membantu
Kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, disambut gembira masyarakat
Berita Sumut
MATATELINGA - "Kalau kepedulian itu kita bangun dari diri kita sendiri, saya yakin dan percaya untuk membangun kolaborasi antar semua elemen pasti tidak sulit, karena modal dasarnya adalah kepedulian," kata Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen dalam sebuah kesempatan.
Baca Juga:
Wong Chun Sen pertama kali menaruh kepedulian terhadap anak penderita stunting dan hidrosefalus adalah pada saat menggelar kegiatan reses di Kecamatan Medan Tembung, sekitar 5 tahun lalu saat itu belum memegang amanah sebagai Ketua DPRD Kota Medan, ada warga yang melaporkan salah satu keluarga yang memiliki anak kurang gizi.
Setiap kali melakukan kunjungan dan melihat langsung tumbuh kembang anak stunting dan hidrosefalus, Wong selalu menyempatkan diri untuk berkomunikasi dan berdialog dengan orang tua anak penderita gizi buruk yang kondisi perekonomiannya sangat sulit.
Baca Juga:
Ibunda Jehan, Siska Melfi Putri, mengungkapkan bahwa putrinya hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif dan kerap keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisi tersebut menjadi tantangan berat bagi keluarga yang terus berupaya memberikan perawatan terbaik.
Baca Juga:
Usai dari Medan Timur, Wong melakukan kunjungan ke rumah Adriel Delano Siagian (5) di Jalan Gurila, Kecamatan Medan Perjuangan. Berbeda dengan Jehan, kondisi kesehatan Adriel dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik setelah menjalani berbagai upaya pengobatan dan perawatan.
Baca Juga:
Kunjungan berikutnya dilakukan ke rumah Asyifa Amelia (13) di Jalan Pimpinan Gang Langgar, Kelurahan Sei Kera, Kecamatan Medan Perjuangan. Asyifa diketahui menderita hidrosefalus, yaitu kondisi penumpukan cairan di dalam otak yang memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas.
Kunjungan terakhir dilakukan ke kediaman Afia Indira Putri (5) di Jalan Pertiwi Gang Kesuma Nomor 10, Kecamatan Medan Tembung. Dalam pertemuan tersebut, nenek Afia yang sehari-hari merawat cucunya menyampaikan bahwa kondisi kesehatan Afia mengalami perkembangan positif dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga:
Menurut Wong, sebagai wakil rakyat ia memiliki tanggungjawab untuk peduli terhadap 'suara' rakyat, termasuk keluarga yang membutuhkan pertolongan dan ingin mendapatkan akses layanan kesehatan. Di sela-sela kunjungannya ke rumah penderita stunting, Wong Chun Sen menegaskan bahwa persoalan stunting dan penyakit kronis pada anak tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Baca Juga:
"Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian dan perlindungan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka memperoleh gizi yang cukup, pelayanan kesehatan yang baik, serta kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sesuai dengan yang diamanatkan undang-undang serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan dan Perlindungan Anak," ujar Wong.
Baca Juga:
Itu sebabnya, selain sinergi dan kolaborasi penting juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih. Mengedukasi keluarga muda dalam pemenuhan gizi buah hatinya. Bukan asal memilih makanan dan memberikannya pada anak, sementara kecukupan dan kebutuhan gizinya tidak seimbang.
"Dua anak saya, Acle (25) dan Abigail (22) saat ini sudah dewasa dan sudah bekerja. Kalau dulu, waktu sekolah dari TK sampai SMA 'bontot' atau bekal makan siangnya selalu saya siapkan. Pilihannya beragam, terkadang nugget, bakso atau mekanan beku lainnya yang mudah diolah. Terkadang, ikan segar dan sayur segar, yang pasti setiap sore saya sudah harus menyiapkan bahan baku untuk dimasak keesokan paginya buat bekal mereka," paparnya.
Baca Juga:
"Produk makanan beku atau frozen food dari Japfa menjadi pilihan Nelly sejak anak-anak TK sampai mereka dewasa dan sudah bekerja. Selain sudah 'akrab' dengan rasanya, frozen food Japfa juga ikut mendampingi tumbuh kembang anak saya sampai dewasa," katanya.

Baca Juga:
Makanan beku berkualitas bisa menjadi pilihan dalam pemenuhan gizi anak
"Paling tidak, edukasi yang kita berikan sejak dini bisa menjadi bekal mereka di kemudian hari dalam mempersiapkan generasi berikutnya," tandasnya.
Baca Juga:
"Pemenuhan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak bisa kita peroleh lewat berselancar di dunia maya, beragam makanan beku yang berkualitas juga bisa kita peroleh di supermarket, tinggal bagaimana kita mengolah dan menyikapinya agar sajian tersebut tidak membosankan bagi anak," paparnya.
Baca Juga:
"Pemberian protein hewani pada anak memegang peranan penting meningkatkan kecerdasan anak. Kalau anak-anak kita ingin sehat dan pintar, mereka tidak boleh kekurangan gizi, harus diberikan makanan pendamping ASI kaya protein hewani bisa telur, ikan, daging, supaya gizinya tidak kurang," papar Ivan Elisabeth Purba.
Baca Juga:
Lebih lanjut Ivan Elisabeth Purba menyampaikan setelah pemenuhan gizi dan protein hewani anak terpenuhi, orang tua juga harus memantau kenaikan berat dan tinggi badan anak secara berkala.
Dalam sebuah kesempatan, Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs JAPFA menyampaikan tantangan terkait gizi anak di Indonesia masih menjadi perhatian bersama. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11% anak usia 5-12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).
Baca Juga:
Hingga tahun 2025, JAPFA for Kids telah menjangkau 201.056 siswa, 13.541 guru, dan 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota serta 28 provinsi di Indonesia. Program ini juga menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi siswa.
Baca Juga:
"Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA. Program ini juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala guna memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten," ujar Retno Artsanti, Head of Social Investment JAPFA.
Baca Juga:
Komitmen dan Langkah Nyata
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Faisal Hasrimy dalam sebuah kesempatan mengungkapkan fakta yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, prevalensi balita pendek dan sangat pendek di Sumatera Utara mencapai 22%, lebih tinggi dari angka nasional sebesar 19,8%. Angka wasting di Sumut juga tercatat sebesar 9%, sementara nasional 7,8%. Untuk underweight, Sumut mencatat angka 17,7%, sedikit lebih tinggi dari nasional yang berada di 16,9%.
Faisal berharap dengan adanya pertemuan rutin dan rapat koordinasi dengan berbagai stakeholder menjadi forum diskusi terbuka dalam mengidentifikasi hambatan dan kendala di daerah yang menyebabkan rendahnya capaian intervensi spesifik gizi.
Baca Juga:
Bagi Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha dan masyarakat akan memudahkan kita dalam mengatasi permasalahan anak kurang gizi di negeri ini.
Baca Juga:
Selain sinergi dan kolaborasi, Prof. Sandra Fikawati menilai edukasi publik mengenai pemenuhan gizi seimbang masih perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk media.
Baca Juga:
Sinergi, kolaborasi dan edukasi menjadi kata kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Pendidikan bermutu mencetak SDM unggul, sementara kerja sama erat antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat memastikan pemerataan dan daya saing bangsa di tingkat global.
Baca Juga:
Kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, disambut gembira masyarakat
Berita Sumut
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Raka Buming Raka mengunjungi hunian tetap (huntap) di Sibolga
Berita Sumut
Perang melawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) tidak cukup dilakukan
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Dr. dr. Ali Napiah Nasution, M. K. T., M. K. M., Sp. KKLP(K) secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Penguru
Lifestyle
MATATELINGA, Karo Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karo mengungkap peredaran narkotika di Desa Situnggaling, Kecamatan Merek,
Berita Sumut
MATATELINGA,Pancur Batu Kecelakaan lalulintas kembali terjadi di Jl Jamin Ginting, kali ini terjadi di Km 18 dusun II, Desa Hulu, Kec. Pa
Berita Sumut
MATATELINGA, Madina Sikap tertutup Kepala SMP Negeri 3 Siabu, Sri Wahyuni, menjadi sorotan di tengah upaya jurnalis menggali informasi terk
Berita Sumut
MATATELINGA,Medan Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Sumatera Utara menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Fotografer dan Pem
Lifestyle
Harpelnas 2026, BTN Perkuat &ldquoThink Customer&rdquo dengan Mendengar Langsung Suara Nasabah
Ekonomi
MATATELINGA, Medan Ketua Ranting Pemuda Pancasila (PP) Kelurahan Helvetia, Teuku Aswandi, mengaku kecewa dengan belum jelasnya penyelesaian
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Senyum bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah warga Gang Keluarga, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor. S
Berita Sumut
MATATELINGA,Asahan Kembali terjadi laka lantas di jalan besar Kisaran Sei Renggas Kecamatan Kisaran Barat tepatnya di dekat bukit Katari
Berita Sumut