Internasional

Soal Karikatur Erdogan, Turki akan Ambil Langkah Hukum Atas Charlie Hebdo

Administrator
mtc|net
Presiden Turki Tayyip Erdogan

MATATELINGA, Istanbul: Soal kariktur Presiden Tayyip Erdogan, Turki menegaskan akan mengambil langkah-langkah hukum dan diplomatik sebagai tanggapan atas karikatur Erdogan yang terbit dalam media mingguan satir Prancis Charlie Hebdo.


Para pejabat Turki menyebut hal tersebut sebagai "upaya menjijikkan" untuk "menyebarkan rasisme budaya dan kebencian".

Kemarahan Turki pada karikatur semakin menyulut pertikaian antara Turki dan Prancis tentang kartun Nabi Muhammad, yang berkobar setelah seorang guru Prancis dipenggal di Prancis bulan ini.

Guru tersebut menunjukkan kepada murid-muridnya kartun Nabi dalam pelajaran tentang kebebasan berbicara.

Kartun di sampul Charlie Hebdo menunjukkan Erdogan duduk dengan kaos putih dan celana dalam, memegang minuman kaleng bersama dengan seorang wanita yang mengenakan jilbab Islami.

"Rakyat Turki seharusnya tidak ragu bahwa semua langkah hukum dan diplomatik yang diperlukan akan diambil untuk melawan karikatur tersebut," kata Direktorat Komunikasi Turki seperti yang dilansir Reuters.

"Pertempuran kami melawan langkah-langkah kasar, bermaksud jahat dan menghina ini akan berlanjut sampai akhir," demikian pernyataan resmi Direktorat Komunikasi Turki.

Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul mengatakan kepada wartawan di Ankara bahwa otoritas Turki telah mengambil semua inisiatif yang diperlukan dengan otoritas terkait. Media pemerintah juga melaporkan bahwa jaksa Turki telah melakukan penyelidikan terhadap para eksekutif Charlie Hebdo.

Para pejabat tinggi Turki telah mengutuk karikatur tersebut, dengan juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin mengatakan tidak menghormati "kepercayaan, kesucian dan nilai-nilai" dan menunjukkan "vulgar dan amoralitas mereka sendiri. Dia mengatakan karikatur itu tidak dapat dianggap sebagai kebebasan berekspresi.

Direktur komunikasi kepresidenan Turki Fahrettin Altun mengatakan "Agenda anti-Muslim Macron membuahkan hasil!"

"Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme dan kebencian budayanya," tulis Altun di Twitter.

Reuters memberitakan, Erdogan mengkritik tajam Macron pada akhir pekan, mengatakan bahwa pemimpin Prancis itu membutuhkan pemeriksaan kesehatan mental, sehingga mendorong Prancis menarik duta besarnya dari Ankara. Pada hari Senin, Erdogan mendesak pemboikotan produk Prancis.

Kartun Nabi Muhammad, yang dianggap menghujat umat Islam, telah ditampilkan di Prancis sebagai bentuk solidaritas.

Macron mengatakan dia akan melipatgandakan upaya untuk menghentikan keyakinan Islam konservatif yang menumbangkan nilai-nilai Prancis, sehingga membuat marah banyak Muslim.

Penulis
: wewend
Editor
: Amrizal
Sumber
: reuters
Tag:berita terkiniCharlie HebdoErdoganPresiden Tayyip Erdoganpresiden turkiTerkiniTurkiblibliTraveloka

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.