Internasional

Selama 12 Hari Berturut-Turut, India Catat Lebih dari 300.000 Kasus Baru Covid-19

rizky
Ilustrasi
MATATELINGA. INDIA - Selama 12 hari berturut-turut. India melaporkan lebih dari 300 ribu kasus Covid-19 baru harian. Negara di Asia Selatan itu menyatakan ada 368.147 kasus tercatat dalam periode 24 jam sebelumnya. Pada Senin (03/05/2021).



Menurut berbagai laporan setempat, meskipun India merupakan lokasi pembuat vaksin terbesar di dunia, Serum Institute of India, hanya 2% dari 1,3 miliar orang penduduknya yang telah divaksinasi.


Baca Juga:Telah Menghirup Udara Bebas, Akankah Serda Ucok Kembali ke Korps Baret Merah?

“Saya pikir Tuhan pun tidak dapat memperkirakan ini akan berlangsung sedemikian buruk,” kata Adar Poonawalla, CEO Serum Institute of India, kepada surat kabar Inggris The Sunday Times.


Setelah mendapat kritik pedas terkait komentarnya dalam wawancara dengan surat kabar tersebut, miliarder berusia 40 tahun itu mengatakan ia memangkas harga vaksin dan bahwa langkah itu akan memungkinkan negara-negara untuk mendapatkan “lebih banyak vaksinasi dan menyelamatkan nyawa yang tak terhitung banyaknya.”



Di AS, kepala staf Presiden Joe Biden, Ron Klain, mengatakan dalam acara Face the Nation di stasiun TV CBS, “Kami sedang bergegas mengirimkan bantuan untuk India.” Namun, AS juga mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus. Gedung Putih Jum'at (30/04/2021) lalu menyatakan bahwa mulai Selasa (4/5), AS akan berhenti menerima penerbangan dari India.


AS mengirim dua pesawat angkut Angkatan Udara yang membawa tabung oksigen, masker N95 dan kit tes diagnostik. Ini merupakan yang pertama dari beberapa pengiriman yang direncanakan. Taiwan menyatakan telah mengirim pasokan oksigen yang sangat diperlukan.


Australia juga melarang penerbangan dari India. Warga Australia yang masuk negara itu setelah bepergian ke India dapat menghadapi denda dan penahanan.



Penulis
: Mtc/Okz
Editor
: Rizky
Sumber
: Okezone
Tag:Covid-19Covid 19Kasus Covid-19 IndiaKasus Covid-19 India MelonjakMatatelingaTerkinivaksin Covid-19vaksin covid 19pandemi Virus Covid-19

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.