Internasional

Pernah Memanas, Presiden Turki Hendak Lakukan Kunjungan ke Arab Saudi, Ada Apa?

rizky
Hand over
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
MATATELINGA. Ankara - Hubungan kedua negara pernah memburuk ketika pemimpin Turki itu terus mengusik kasus pembunuhan jurnalis pengkritik kerajaan, Jamal Khashoggi, tahun 2018 lalu. Meskipun begitu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi bulan depan.



Pembunuhan itu menjadi berita utama di seluruh dunia dan pengadilan terhadap beberapa terdakwa asal Saudi saat ini sedang berlangsung di Turki.


Pada tahun-tahun berikutnya, Arab Saudi berusaha secara informal menekan ekonomi Turki, yang telah mengalami krisis mata uang pada 2018.


Baca Juga:Respon soal Penangkapan Habib Bahar bin Smith, ini Kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Ada seruan bagi warga Saudi untuk menghindari kunjungan ke Turki dan membeli properti di sana, sementara eksportir Turki mengeluhkan penundaan di bea cukai Saudi pada tahun 2020.


Hubungan antara kedua negara juga telah tegang oleh konflik lain di kawasan itu, termasuk perang di Suriah dan Libya.



Selain itu, Riyadh, bersama dengan beberapa negara lain di kawasan itu, telah berulang kali menuduh Turki mendukung kelompok “teroris”.


Tetapi Turki telah berusaha untuk memperbaiki hubungan dengan saingan regional termasuk Mesir dan Arab Saudi dalam dua tahun terakhir.


Mei lalu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu berada di Arab Saudi untuk pertama kalinya sejak pembunuhan Khashoggi, menandakan berakhirnya "konflik dingin" diplomatik yang panjang antara kedua negara. Kedua belah pihak pada saat itu mengumumkan bahwa mereka berharap untuk memperbaiki hubungan. Seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (5/01/2022).


Kunjungan yang direncanakan ke Arab Saudi datang pada saat yang kritis bagi Turki, yang menderita krisis mata uang akibat kebijakan ekonomi Erdogan yang tidak konvensional.



Jika kunjungan Erdogan terealisasi, itu akan menjadi lawatan pertamanya sejak pembunuhan jurnalis tersebut.


Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Para pelakunya adalah para "agen nakal" kerajaan.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:AnkaraMatatelingaPresiden Turki Hendak Lakukan Kunjungan ke Arab SaudiTerkini

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.