Internasional

Gara Gara Pandemi, Miliarder Ini Gantungkan Hidup pada Bank Makanan

Administrator
Hand Over
MATATELINGA, Inggris: Akibat belum brakhirnya Pandemi Covid-19, banyak menghantam kalangan dari menengah ke bawah, tapi juga beberapa kelompok atas,seperti yang terjadi di Inggris.





Mereka kehilangan pekerjaan, pendapatan, tabungan selama bertahun-tahun, menjual rumah yang cukup mewah, hingga menjual furnitur rumah untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Bahkan banyak yang harus menggantungkan hidupnya pada badan amal seperti bank makanan. Seperti yang dialami Faye Davies Fuller yang tinggal di rumah seharga 1,6 juta poundsterling (Rp30 miliar) di London. Faye yang bekerja sebagai produser eksekutif lepas benar benar merasakan dampak pandemi.


Suaminya, Darren, agen real estat, di-PHK, yang berarti penghasilannya turun 20 persen. Faye mengatakan rumah tangganya kehilangan hampir 70 persen dari pendapatan.


Tabungan mereka habis. Mereka pun menjual perabot, barang elektronik, dan bahkan pakaian. Saking putus asanya memberi makan ketiga anaknya, Faye dan suami meminta bantuan Biro Nasihat Warga setempat pada Agustus lalu.


Dia mendapatkan pilihan paket makanan atau voucher yang bisa dia tukarkan dengan barang di bank makanan lokalnya.


"Saya merasa sangat malu sampai seperti ini. Saya tidak tahan membayangkan seseorang dari daerah yang kurang makmur, atau rumah yang lebih kecil, muncul di depan pintu saya dengan bekal dan berpikir: Apa yang mereka lakukan meminta parsel makanan ketika mereka tinggal di rumah besar ini?” katanya, dikutip Daily Mail.





Rasa malu juga dialami seorang ibu, yang kehilangan pekerjaannya di perusahaan ritel besar. Saking malunya, dia bertanya apakah parsel makanannya bisa dikirim di malam hari, agar para tetangga tidak melihatnya. Rumahnya yang besar di London Barat, yang ditinggali selama 15 tahun, akan dijual.


Lowri Williams, 49, juga mengalami kesulitan keuangan karena pembatasan Covid. Dia terpaksa “mengelaurkan” anaknya dari sekolah swasta karena tak mampu membayar. Saat ini keluarganya juga bergantung pada bank makanan.


Sebelumnya Lowri bekerja sebagai manajer proyek untuk perusahaan yang mengadakan konferensi dan even langsung, yang dihentikan sejak Maret lalu.



Penulis
: Mtc
Editor
: Amrizal
Sumber
: Okz
Tag:inggrislondonStok makanan habisbanyak kehilangan pekerjaaPendemiterseni

Berita Terkait

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.