Internasional

Blakblakan soal Rudal Hipersonik AS Tertinggal dari China dan Rusia

rizky
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Washington - Dalam hal pengembangan rudal hipersonik, seorang jenderal Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS) blakblakan bahwa negaranya sudah tertinggal dari China dan Rusia.



Mengapa tidak, Rusia telah berkali-kali menguji tembak rudal hipersonik dengan yang terbaru adalah rudal hipersonik Zircon yang diuji tembak dari kapal selam pada bulan lalu.


Sebelumnya, Financial Times melaporkan bahwa Beijing telah menguji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklir pada bulan Agustus. China, bagaimanapun, mengatakan laporan itu tidak benar.


Baca Juga:Disbudpar Sumut Gelar kegiatan Festival Toba Kaldera UNESCO Global Geopark di Open Stage

Thompson memperingatkan bahwa China telah bergerak sangat cepat di luar angkasa dalam hal kemampuan teknologinya, seperti GPS, komunikasi, dan satelit.


“Mereka hampir setara. Dan jika mereka melanjutkan langkah mereka, mereka bisa melampaui kita dalam beberapa generasi berikutnya," kata Thompson.



Sebaliknya, beberapa alasannya adalah ruwetnya birokrasi dan kekhawatiran atas pengeluaran untuk program senjata.


Jenderal David Thompson, Wakil Kepala Operasi Angkatan Luar Angkasa AS mengataka, “Kami tidak secanggih China atau Rusia dalam hal program hipersonik,” kata nya, saat berbicara untuk Forum Keamanan Internasional Halifax pada Sabtu pekan lalu yang dilansir The Hill, Minggu (21/11/2021).


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:Blakblakan soal Rudal Hipersonik AS Tertinggal dari China dan RusiaMatatelingaTerkiniWashington

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.