Ekonomi

Wall Street Ditutup Melemah, Investor Cemas The Fed Naikkan Suku Bunga

rizky
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta : Bursa saham AS turun di tengah kekhawatiran bahwa perjuangan agresif Federal Reserve melawan inflasi dapat melumpuhkan ekonomi AS, dan karena investor khawatir tentang kekalahan di mata uang global dan pasar utang. Wall Street ditutup anjlok pada perdagangan Kamis (29/09/2022) waktu setempat.



Saham yang paling banyak diperdagangkan di S&P 500 adalah Tesla Inc (TSLA.O), dengan saham senilai USD20,8 miliar yang dipertukarkan selama sesi tersebut. Sahamnya turun 6,8%.


Hasil pada banyak Treasuries, yang dianggap hampir bebas risiko jika dipegang hingga jatuh tempo, sekarang mengerdilkan hasil dividen S&P 500, yang baru-baru ini mencapai sekitar 1,8%, menurut Refinitiv Datastream.


Baca Juga:Hadiri HUT ke-71 Ikatan Bidan Indonesia,Wabup Toba Berharap Bidan Fokus Cegah Stunting

Volume di bursa AS relatif berat, dengan 11,6 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan dengan rata-rata 11,4 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.


Sebagaimana dikutip dari Okezone, Jum'at (30/09/2022), S&P 500 turun 2,11% untuk mengakhiri sesi pada 3.640,47 poin. Nasdaq turun 2,84% menjadi 10.737,51 poin, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 1,54% menjadi 29.225,61 poin.



Dengan kelas berat sektor teknologi Apple Inc (AAPL.O) dan Nvidia Corp (NVDA.O) merosot lebih dari 4%, Nasdaq merosot mendekati level terendah 2022, yang ditetapkan pada pertengahan Juni.


Indeks S&P 500 (.SPX) menyentuh posisi terendah yang terakhir terlihat pada November 2020. Turun lebih dari 8% pada September, benchmark berada di jalur untuk September terburuk sejak 2008.


Aksi jual Treasuries AS berlanjut karena pejabat Fed tidak memberikan indikasi bahwa bank sentral A.S. akan memoderasi atau mengubah rencananya untuk secara agresif menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi yang tinggi.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:Bursa Saham ASMatatelingaTerkiniWall Street

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.