Ekonomi

Wall Street Berakhir Bervariatif

rizky
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Jakarta - Kenaikan angka kasus Covid-19 di Eropa menjadi kekhawatiran investor di pasar ihwal pembatasan sosial. Bursa saham AS, Wall Street berakhir bervariatif pada akhir perdagangan akhir pekan ini.



Terkait sentimen makro, tidak ada data ekonomi yang cukup mempengaruhi pasar pada hari Jumat ini. Lonjakan tingkat inflasi di Amerika Serikat masih menjadi perhatian pasar yang dapat menghadirkan asumsi Bank Sentral AS bakal menaikkan suku bunga.


Di samping itu, yang turut menjadi fokus pasar saat ini adalah agenda pengajuan calon Gubernur Federal Reserve dari Gedung Putih. Presiden Joe Biden sempat berujar pada Selasa lalu ke media akan memberi jawaban siapa calon kuat yang bakal menduduki singgasana tersebut.


Baca Juga:Sekdakab Asahan Sambut Kunjungan DanLantamal Tanjung Balai Asahan

Namun, sampai saat ini Gedung Putih masih belum memberi sinyal, meskipun para pelaku pasar telah melihat ada dua opsi utama: mengangkat kembali Gubernur Fed saat ini Jerome Powell, atau menunjuk Gubernur Fed Lael Brainard, yang juga ditengarai sebagai calon kandidat kuat.


Dow Jones Industrial Average (DJI) bergerak turun 0,68% di level 35.626 dari pembukaan awal di 35.879. S&P 500 naik 0,06% di 4.707,29 dari 4.708,44, dan Nasdaq Composite naik 0,48% di 16.070, dari 16.042.



Ekonom Deutsche Bank Jim Reid mengamati gelombang baru penyebaran Covid-19 dapat memukul pasar di Eropa, sejalan dengan dimulainya lockdown oleh pemerintah Austria mulai Senin depan.


Penulis
: Mtc
Editor
: Rizky
Tag:MatatelingaTerkiniWall Street Berakhir Bervariatif

Situs ini menggunakan cookies. Untuk meningkatkan pengalaman Anda saat mengunjungi situs ini mohon Anda setujui penggunaan cookies pada situs ini.